BREAKING NEWS
Senin, 21 September 2026

Rico Waas Ajak Pelajar Berani Laporkan Pelecehan Seksual: Jangan Takut Bersuara

Abyadi Siregar - Rabu, 10 Juni 2026 15:40 WIB
Rico Waas Ajak Pelajar Berani Laporkan Pelecehan Seksual: Jangan Takut Bersuara
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menghadiri Seminar Edukatif Pelecehan Seksual di Aula Yayasan Amal Sosial Al Jamiyatul Washliyah, Rabu, 10 Juni 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak para pelajar untuk berani melaporkan segala bentuk pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan sekitar.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Seminar Edukatif Pelecehan Seksual bertajuk "Katakan Tidak: Kenali, Batasi dan Berani Bersuara" di Aula Yayasan Amal Sosial Al Jamiyatul Washliyah, Rabu, 10 Juni 2026.

Dalam kegiatan yang diikuti ratusan siswa tingkat Aliyah itu, suasana berlangsung terbuka dan komunikatif.

Baca Juga:

Para siswa diberi kesempatan menyampaikan pandangan serta berbagi pengalaman mengenai kasus pelecehan seksual yang mereka ketahui di lingkungan sekitar.

Menanggapi berbagai cerita dan pertanyaan dari peserta, Rico Waas mengingatkan bahwa pelecehan seksual merupakan ancaman yang bisa terjadi kepada siapa saja tanpa memandang usia maupun jenis kelamin.

Menurut dia, perkembangan teknologi dan media sosial turut membuka ruang baru bagi pelaku untuk melakukan tindakan pelecehan.

"Hari ini pelecehan seksual tidak hanya dialami perempuan, tetapi juga laki-laki. Korbannya bisa anak-anak, remaja, orang dewasa hingga lanjut usia. Karena itu kita harus lebih waspada," kata Rico Waas.

Ia menjelaskan bahwa pelecehan seksual memiliki berbagai bentuk yang perlu dikenali sejak dini.

Bentuk tersebut antara lain pelecehan verbal berupa ucapan, candaan, atau komentar yang tidak pantas dan membuat korban merasa tidak nyaman.

Selain itu, terdapat pelecehan nonverbal yang dilakukan melalui tatapan atau gestur yang mengandung unsur seksual.

Pelecehan juga dapat terjadi secara fisik melalui sentuhan pada bagian tubuh tertentu tanpa persetujuan korban.

Rico juga menyoroti meningkatnya kasus pelecehan seksual di ruang digital. Menurutnya, media sosial sering dimanfaatkan pelaku untuk melakukan tindakan yang merugikan korban.

"Banyak predator seksual yang berada di sekitar kita, termasuk di dunia maya. Karena itu jika mengalami atau mengetahui kejadian pelecehan seksual, jangan diam dan jangan takut untuk berbicara," ujarnya.

Ia meminta para pelajar segera melaporkan kejadian yang dialami kepada orang tua, guru, atau pihak yang dapat dipercaya agar kasus tersebut dapat ditangani lebih cepat.

Dalam kesempatan itu, Rico menegaskan Pemerintah Kota Medan berkomitmen memperkuat perlindungan terhadap korban kekerasan seksual melalui berbagai program dan layanan pendampingan.

Menurutnya, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APMP2KB), masyarakat dapat menyampaikan laporan dan memperoleh pendampingan secara aman.

"Kami akan hadir mendampingi korban dan memastikan identitas mereka tetap terlindungi. Jangan takut melapor karena pemerintah siap memberikan perlindungan," kata Rico.

Sementara itu, Kepala Dinas P3APMP2KB Kota Medan melalui Kepala Bidang Perlindungan Hak Anak dan Perlindungan Perempuan, Viza Fandhana, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2026 pihaknya menerima 69 laporan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan seksual.

Menurut Viza, seluruh laporan yang masuk akan diverifikasi dan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kasus kekerasan maupun pelecehan seksual melalui layanan pengaduan yang telah disediakan pemerintah.

"Kami membuka layanan pengaduan melalui WhatsApp. Setiap laporan yang masuk akan segera kami verifikasi dan tindak lanjuti," ujarnya.

Pemerintah Kota Medan berharap edukasi mengenai bahaya pelecehan seksual dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, sehingga berani melindungi diri dan melaporkan setiap tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual.*

(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Air Mati Berhari-hari, LAPK Desak Tirtanadi Beri Kompensasi ke Pelanggan
Ngaku Dirampok Tiga Begal, Pria di Dairi Ternyata Habiskan Uang Perusahaan Rp297 Juta untuk Judol
45 Dapur MBG di Sumut Berhenti Beroperasi, Ini Penyebabnya
Banjir Berulang di Binjai, Tokoh Pemuda Desak Pemko Segera Benahi Drainase Jalan Sukarno Jaya
Beli 20 Liter Pertalite Pakai Jeriken, Dua Warga Medan Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Rp60 Miliar
Kapolda Aceh Sambut Mendagri Tito Karnavian di Bandara SIM, Bahas Kunjungan Kerja Dua Hari
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru