BREAKING NEWS
Senin, 22 Juni 2026

Jadup Korban Bencana Tak Kunjung Cair, Bupati Tapteng Temui Massa dan Jelaskan Penyebabnya: Keterlambatan Bukan Karena Kesengajaan

Nurul - Kamis, 18 Juni 2026 11:06 WIB
Jadup Korban Bencana Tak Kunjung Cair, Bupati Tapteng Temui Massa dan Jelaskan Penyebabnya: Keterlambatan Bukan Karena Kesengajaan
Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu menemui langsung warga yang menggelar aksi di depan Kantor Bupati, Rabu, 17 Juni 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPTENG - Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu menemui langsung warga yang menggelar aksi di depan Kantor Bupati, Rabu, 17 Juni 2026.

Warga menyampaikan aspirasi terkait tuntutan kepastian pencairan jaminan hidup (jadup) bagi korban bencana alam yang hingga kini belum diterima secara penuh.

Aksi sempat memanas karena massa meminta bupati hadir langsung untuk memberikan penjelasan, bukan hanya perwakilan pemerintah daerah.

Baca Juga:

Tak lama kemudian, Masinton datang ke lokasi dan berdialog dengan warga.

Dalam pertemuan itu, Masinton menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan penyaluran bantuan jadup.

Ia menegaskan keterlambatan tersebut bukan karena kesengajaan, melainkan kendala teknis dalam proses administrasi dan sinkronisasi data.

"Kami sampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini, dan perlu diketahui bahwa keterlambatan ini bukan karena kesengajaan. Sejak awal bencana, pendataan telah dilakukan secara transparan dengan memprioritaskan korban yang paling terdampak," kata Masinton di hadapan warga.

Ia menjelaskan, salah satu kendala utama adalah ketidaksesuaian data penerima bantuan, seperti NIK, KK, dan alamat yang tidak sinkron dengan sistem pusat.

Kondisi itu menyebabkan sebagian data yang diajukan pemerintah daerah ditolak oleh pemerintah pusat.

Menurut Masinton, dari sejumlah besar data yang diusulkan, terdapat ratusan yang tidak dapat diproses lebih lanjut karena tidak memenuhi ketentuan administrasi.

"Karena NIK, KK hingga lokasi tidak sesuai, maka otomatis tertolak oleh pusat," ujarnya.

Meski demikian, ia tidak merinci jumlah keseluruhan calon penerima jadup yang terdampak kendala tersebut.

Masinton juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

Pemerintah daerah, kata dia, hanya berperan dalam pendataan dan pengusulan penerima manfaat.

Sementara itu, di hadapan massa aksi, pemerintah daerah menyatakan terus melakukan penyisiran data agar tidak ada warga korban bencana yang terlewat dari bantuan.

"Kita terus melakukan penyisiran bagi masyarakat yang belum terdata. Kami ingin proses ini cepat terlaksana agar masyarakat segera terbantu," kata Masinton.

Aksi demonstrasi sendiri digelar oleh warga yang menuntut percepatan pencairan jadup tahap lanjutan, kejelasan bantuan rumah rusak, serta transparansi data penerima bantuan.

Massa juga sempat melontarkan kritik terhadap lambatnya penanganan pemerintah daerah.

Namun setelah dialog terbuka berlangsung, suasana berangsur kondusif. Warga akhirnya menerima penjelasan pemerintah daerah meski tetap mendesak percepatan realisasi bantuan di lapangan.*


(tm/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gibran Bawa Mahasiswa Ikut Kunker ke 5 Wilayah, Pastikan Program MBG hingga Koperasi Desa Berjalan Transparan
Mandat Palsu, Data Curian: Bedah Kebohongan BEM Bersatu
Medan Jadi Tuan Rumah IMT-GT ke-32, Sumut Usulkan Ekonomi Halal Masuk Blueprint Kawasan
Bobby Nasution Jajaki Kerja Sama dengan Finlandia Ubah Sampah Jadi Energi Listrik di Sumut
207 Jemaah Haji Kloter 14 Asal Medan Tiba, Rico Waas Sambut Kepulangan di Asrama Haji: Semoga Mabrur dan Mabruroh
Tito Ultimatum Pemda Segera Salurkan Hibah Bencana, Proposal Tak Lengkap Bisa Dibatalkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru