BREAKING NEWS
Kamis, 18 Juni 2026

Mandat Palsu, Data Curian: Bedah Kebohongan BEM Bersatu

BITV Admin - Kamis, 18 Juni 2026 09:40 WIB
Mandat Palsu, Data Curian: Bedah Kebohongan BEM Bersatu
Konferensi pers BEM Bersatu, Selasa, 16 Juni 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Yogen Sogen

PADA Selasa, 16 Juni 2026, di Utan Kayu, Jakarta Timur, empat belas orang berdiri di depan kamera mengatasnamakan "BEM Bersatu".

Mereka menuding gerakan mahasiswa yang sedang marak belakangan ini kehilangan arah, minim kajian, lemah argumentasi, dan rawan disusupi kepentingan politik praktis.

Baca Juga:

Satu hari berselang, sebelum narasi itu sempat mengakar luas di publik, klaim tersebut runtuh dengan sendirinya.

Tiga organisasi mahasiswa yang namanya dicatut dalam daftar peserta konferensi pers, BEM Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika, BEM Fakultas Psikologi Universitas Negeri Jakarta, dan BEM KM Institut STIAMI, membantah secara terbuka pernah hadir, mengirim delegasi, atau bahkan memberikan mandat kepada siapa pun.

Lebih jauh, BEM KM STIAMI memastikan tidak ada lembaga bernama BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen Administrasi seperti yang tercantum dalam daftar hadir.

Sementara BEM FTI UBSI menyatakan tidak memiliki pengurus bernama "Ahmad" yang disebut mewakili mereka.

Ironi ini terlalu telanjang untuk diabaikan. Sebuah kelompok yang menuduh pihak lain minim kajian justru gagal memverifikasi keanggotaannya sendiri.

Sebuah aliansi yang mengklaim hendak menjaga kemurnian gerakan mahasiswa justru dibangun di atas nama-nama lembaga yang tidak pernah memberi izin, bahkan yang tidak pernah ada.

Konsekuensinya, perdebatan tentang substansi tuntutan mengalami pendangkalan, pertanyaan paling dasar pun nampak ke permukaan, bahwa siapa sebenarnya yang berbicara, dan atas nama siapa.

Pola ini bukan barang baru dalam sejarah gerakan mahasiswa Indonesia.

Jurgen Habermas, dalam teorinya tentang ruang publik, menempatkan keabsahan wacana politik pada kemampuan argumen untuk diuji secara terbuka tanpa distorsi kekuasaan maupun manipulasi identitas pembicara.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Medan Jadi Tuan Rumah IMT-GT ke-32, Sumut Usulkan Ekonomi Halal Masuk Blueprint Kawasan
Bobby Nasution Jajaki Kerja Sama dengan Finlandia Ubah Sampah Jadi Energi Listrik di Sumut
207 Jemaah Haji Kloter 14 Asal Medan Tiba, Rico Waas Sambut Kepulangan di Asrama Haji: Semoga Mabrur dan Mabruroh
Tito Ultimatum Pemda Segera Salurkan Hibah Bencana, Proposal Tak Lengkap Bisa Dibatalkan
Warga Labura Dianiaya hingga Tewas, Oknum TNI AD dan Tiga Orang Lainnya Diamankan
Demo Mahasiswa di Kodim 0201/Medan, Dandim: Instansi Militer Tidak Boleh Jadi Lokasi Orasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru