Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mulai memperketat pengawasan terhadap kendaraan angkutan berat yang melintas di ruas Jalan Lubukpakam–Tanah Abang dan Tanah Abang–Galang hingga perbatasan Serdangbedagai.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kerusakan jalan semakin parah di tengah proses peningkatan struktur jalan yang sedang dikerjakan pemerintah.
Saat ini, Pemprov Sumut tengah melaksanakan proyek peningkatan struktur jalan di kedua ruas tersebut dengan total anggaran sekitar Rp17 miliar.
Baca Juga:
Proyek tersebut mencakup penanganan jalan sepanjang 5,05 kilometer agar kondisi infrastruktur semakin baik dan mampu menunjang mobilitas masyarakat.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas jalan, razia gabungan terhadap kendaraan angkutan berat digelar dengan melibatkan sejumlah instansi terkait.
Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara, Yuda P Setiawan, mengatakan kendaraan dengan muatan besar akan diarahkan menggunakan jalur alternatif agar tidak membebani ruas jalan yang sedang diperbaiki.
"Sesuai arahan Pak Gubernur Bobby Nasution, kita akan mengalihkan truk bertonase besar ke jalur lain, batasnya 10 ton untuk kedua ruas ini," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Yuda P Setiawan, di kantornya, Senin (29/6/2026).
Dari hasil razia yang telah dilakukan, tim gabungan belum menemukan banyak pelanggaran.
Dari sepuluh kendaraan yang diperiksa, hanya satu kendaraan yang tercatat melebihi batas tonase. Namun kendaraan tersebut sedang tidak membawa muatan.
Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan kendaraan over dimension dan over loading (ODOL) tidak melintasi ruas jalan yang sedang diperbaiki.
"Ada 10 kendaraan yang kita periksa kemarin dan hanya 1 yang melebihi tonase, tetapi itupun dalam keadaan kosong. Kita akan terus pantau ruas ini untuk memastikan truk over dimension dan over loading (ODOL) tidak melintas di sini," tambah Yuda.
Selain melakukan pemeriksaan kendaraan, petugas juga memberikan edukasi kepada para pengemudi truk mengenai pentingnya mematuhi aturan tonase dan keselamatan berlalu lintas.
Menurut Yuda, pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas agar para pengemudi memahami pentingnya menjaga kondisi jalan sekaligus meningkatkan keselamatan berkendara.
"Kita terus mengedukasi sopir-sopir truk terkait keselamatan dan razia ini juga bersifat imbauan, bukan penindakan," tambah Yuda.
Pemprov Sumut berharap pengawasan tersebut mampu menjaga kualitas jalan yang sedang dibangun sehingga infrastruktur dapat bertahan lebih lama dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat maupun aktivitas distribusi barang di wilayah Sumatera Utara.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.