BREAKING NEWS
Jumat, 03 Juli 2026

Dialog Kota Tangguh APEKSI Bahas Ketahanan Pangan, Rico Waas Tekankan Kolaborasi Hadapi Bencana

Abyadi Siregar - Kamis, 02 Juli 2026 09:55 WIB
Dialog Kota Tangguh APEKSI Bahas Ketahanan Pangan, Rico Waas Tekankan Kolaborasi Hadapi Bencana
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat memberikan sambutan pada Dialog Kota Tangguh dalam rangkaian Rakernas XVIII APEKSI yang berlangsung di Grand City Hall, Medan, Rabu (1/7/2026). (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Saat banjir melanda, Pemerintah Kota Medan bersama berbagai pihak berhasil menyalurkan sekitar 163 ton beras kepada 25 ribu kepala keluarga yang terdampak.

Karena itu, ia mendorong terjalinnya kerja sama yang lebih erat antara daerah produsen dan kota-kota konsumen agar distribusi pangan tetap berjalan meski terjadi bencana.

Selain itu, masyarakat perkotaan juga didorong memanfaatkan pekarangan rumah dan mengembangkan budidaya hidroponik untuk memperkuat kemandirian pangan.

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam membangun kota yang tangguh.

Menurut Hanif, forum Rakernas APEKSI menjadi momentum penting bagi 98 pemerintah kota di Indonesia untuk memperkuat kerja sama dan merumuskan berbagai rekomendasi dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 60,02 persen atau sekitar 173 juta penduduk Indonesia kini tinggal di kawasan perkotaan.

Kondisi tersebut membuat pemerintah kota menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kota tidak lagi hanya menjadi tempat menerima pasokan, tetapi telah menjadi pusat konsumsi, perdagangan, logistik, dan pengambilan keputusan ekonomi. Karena itu, kota yang tangguh harus memiliki sistem pangan yang terintegrasi," ujarnya.

Hanif menjelaskan, sistem pangan yang tangguh harus mencakup ketersediaan pasokan, distribusi yang lancar, stabilisasi harga, keamanan pangan, penguatan cadangan pangan daerah, hingga kemampuan pemerintah merespons berbagai gejolak secara cepat.

Ia juga mengingatkan bahwa perubahan iklim telah memicu cuaca ekstrem yang berdampak langsung terhadap distribusi pangan.

Salah satu contohnya adalah banjir besar yang melanda Sumatera bagian utara pada akhir tahun lalu, termasuk kawasan sentra pertanian di Sidikalang.

"Kalau pasokan terganggu, harga akan naik. Ketika harga naik, daya beli masyarakat menurun. Pada akhirnya stabilitas sosial dan ekonomi kota ikut terdampak. Kota yang pangan dan logistiknya rapuh akan sulit menjadi kota yang tangguh," tegasnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dibuka Wamendagri Bima Arya, Rico Waas Dorong Rakernas XVIII APEKSI Hasilkan Aksi Nyata untuk Perkuat Pembangunan Daerah
Ladies Program Rakernas APEKSI 2026, Airin Rico Waas Dorong Peran Ibu Bangun Keluarga Hebat dan Berkelanjutan
Hadiri HUT APKASI di Deli Serdang, Bobby Nasution Dorong Sinkronisasi Kebijakan Fiskal antara Pemprov dan Kabupaten
Bobby Nasution Dorong Peran Pemprov Perkuat Tindak Lanjut Rekomendasi Rakernas APEKSI 2026
Wali Kota Mahyaruddin Salim Promosikan Produk Unggulan Tanjungbalai di Indonesia City Expo 2026 Rakernas APEKSI
Di Forum Rakernas APEKSI, Wali Kota Tanjungbalai Desak Pemerintah Pusat Rumuskan Kebijakan Fiskal yang Berpihak kepada Daerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru