Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Saat banjir melanda, Pemerintah Kota Medan bersama berbagai pihak berhasil menyalurkan sekitar 163 ton beras kepada 25 ribu kepala keluarga yang terdampak.
Karena itu, ia mendorong terjalinnya kerja sama yang lebih erat antara daerah produsen dan kota-kota konsumen agar distribusi pangan tetap berjalan meski terjadi bencana.
Selain itu, masyarakat perkotaan juga didorong memanfaatkan pekarangan rumah dan mengembangkan budidaya hidroponik untuk memperkuat kemandirian pangan.
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama dalam membangun kota yang tangguh.
Menurut Hanif, forum Rakernas APEKSI menjadi momentum penting bagi 98 pemerintah kota di Indonesia untuk memperkuat kerja sama dan merumuskan berbagai rekomendasi dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 60,02 persen atau sekitar 173 juta penduduk Indonesia kini tinggal di kawasan perkotaan.
Kondisi tersebut membuat pemerintah kota menghadapi tantangan yang semakin kompleks dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kota tidak lagi hanya menjadi tempat menerima pasokan, tetapi telah menjadi pusat konsumsi, perdagangan, logistik, dan pengambilan keputusan ekonomi. Karena itu, kota yang tangguh harus memiliki sistem pangan yang terintegrasi," ujarnya.
Hanif menjelaskan, sistem pangan yang tangguh harus mencakup ketersediaan pasokan, distribusi yang lancar, stabilisasi harga, keamanan pangan, penguatan cadangan pangan daerah, hingga kemampuan pemerintah merespons berbagai gejolak secara cepat.
Ia juga mengingatkan bahwa perubahan iklim telah memicu cuaca ekstrem yang berdampak langsung terhadap distribusi pangan.
Salah satu contohnya adalah banjir besar yang melanda Sumatera bagian utara pada akhir tahun lalu, termasuk kawasan sentra pertanian di Sidikalang.
"Kalau pasokan terganggu, harga akan naik. Ketika harga naik, daya beli masyarakat menurun. Pada akhirnya stabilitas sosial dan ekonomi kota ikut terdampak. Kota yang pangan dan logistiknya rapuh akan sulit menjadi kota yang tangguh," tegasnya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.