Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Namun, melalui pendampingan Pemerintah Kota Medan, usahanya perlahan bangkit hingga produknya kini mampu tampil dalam Indonesia City Expo.
Menurut Rico, kisah tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membantu pelaku UMKM berkembang.
Ia menegaskan, dukungan pemerintah tidak cukup hanya melalui pelatihan, tetapi juga harus mencakup akses permodalan, digitalisasi usaha, distribusi produk, hingga perluasan pasar.
"Produk-produk ini harus menjadi kebanggaan Indonesia dan mampu menjadi konsumsi masyarakat dunia. Itu tugas kita sebagai kepala daerah untuk terus mendukung mereka," katanya.
Rico Waas juga mengungkapkan tingginya aktivitas ekonomi selama Indonesia City Expo berlangsung.
Berdasarkan data yang diterimanya, total transaksi UMKM selama pelaksanaan kegiatan mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Sementara itu, penjualan produk Dekranasda Kota Medan juga menunjukkan hasil positif.
Pada hari pertama pameran tercatat sekitar Rp65 juta, hari kedua Rp75 juta, dan hampir Rp50 juta pada hari terakhir.
Menurut Rico, capaian tersebut menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang pasar yang sangat besar apabila terus didukung melalui peningkatan kualitas dan perluasan akses pemasaran.
"Ini menunjukkan bahwa produk lokal memiliki pasar yang sangat baik. Tinggal bagaimana kita terus meningkatkan kualitasnya dan mempertemukan produk-produk itu dengan pasar yang lebih luas. Saya berharap seluruh kota terus saling berbagi pengalaman sehingga semakin banyak produk Indonesia yang dikenal dunia," ucapnya.
Indonesia City Expo ke-22 diikuti 141 stan yang berasal dari 98 pemerintah kota, dua badan atau lembaga, sektor perbankan, serta berbagai UMKM binaan dari seluruh Indonesia.
Pada penutupan acara juga diumumkan para pemenang berbagai kategori.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.