Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menurutnya, buku tersebut dapat menjadi pedoman bagi para bilal mayyit dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Selain itu, Rico Waas menilai penguatan organisasi hingga tingkat kewilayahan perlu terus dilakukan agar setiap lingkungan memiliki sumber daya bilal mayyit yang memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat.
Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat kurang mampu, Pemerintah Kota Medan juga berencana menyediakan paket fardhu kifayah bagi warga kategori desil 1 dan desil 2.
Sementara itu, Ketua Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan, Amir Husin, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Medan terhadap organisasi yang dipimpinnya.
Ia menjelaskan audiensi tersebut sekaligus menjadi ajang memperkenalkan kepengurusan BMI Kota Medan yang telah dilantik pada Agustus lalu.
Amir mengatakan selama ini BMI aktif menggelar pelatihan dan pembinaan kepada generasi muda agar memahami tata cara mengurus jenazah sesuai syariat Islam.
Organisasi itu juga telah mengurus administrasi di Kesbangpol Kota Medan dan berkantor di Jalan Karya, Karang Berombak.
"Kami juga membuat program roadshow ke berbagai kecamatan. Kemarin kami melaksanakannya di Kecamatan Medan Johor dan sambutan masyarakat sangat baik. Mereka berharap kegiatan seperti ini lebih sering digelar," ujarnya.
Menurut Amir, regenerasi menjadi tantangan utama karena sebagian besar bilal mayyit saat ini berasal dari kalangan lanjut usia.
Oleh sebab itu, BMI terus mendorong pelatihan bagi pemuda, remaja, hingga guru sekolah agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan mengurus jenazah sesuai syariat Islam.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, BMI berharap ketersediaan bilal mayyit yang terampil dapat terus terjaga sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik di masa mendatang.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.