BREAKING NEWS
Sabtu, 25 Juli 2026

Rico Waas Tekankan Pentingnya Peran Bilal Mayyit, Dorong Pelatihan dan Regenerasi di Kota Medan

Abyadi Siregar - Kamis, 23 Juli 2026 15:05 WIB
Rico Waas Tekankan Pentingnya Peran Bilal Mayyit, Dorong Pelatihan dan Regenerasi di Kota Medan
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menerima audiensi pengurus Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan yang dipimpin Ketua BMI, Amir Husin, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis, 23 Juli 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa bilal mayyit memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya bagi umat Islam.

Menurutnya, profesi yang bertugas mengurus jenazah tersebut memikul tanggung jawab besar sehingga harus dibekali pemahaman syariat Islam dan tata cara pengurusan jenazah yang benar sesuai standar.

Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi pengurus Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan yang dipimpin Ketua BMI, Amir Husin, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis, 23 Juli 2026.

Baca Juga:

Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan Hasan Matsum yang merupakan Penasehat BMI Kota Medan.

Dalam pertemuan itu, Rico Waas mengatakan peran bilal mayyit sama pentingnya dengan tenaga kesehatan yang membantu proses kelahiran manusia.

Menurutnya, jika seseorang sejak lahir ditangani dokter dan bidan, maka ketika meninggal dunia, khususnya bagi umat Islam, bilal mayyit memiliki tugas mengurus jenazah hingga proses pemakaman.

"Bagi saya, keberadaan bilal mayyit sangat berharga. Jenazah dimandikan dengan benar dan didoakan banyak orang. Tidak semua orang memiliki kesempatan mendapatkan pelayanan seperti itu, sehingga peran bilal mayyit sangat berarti," kata Rico Waas.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas didampingi Kepala Dinas Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Andi Mario, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Agus Maryono.

Rico Waas menekankan setiap bilal mayyit harus memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat Islam dan standar operasional prosedur (SOP).

Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara benar, tertib, dan profesional.

"Kalau dijalankan sesuai SOP, tentu kualitasnya akan semakin profesional. Karena itu, pemahaman mengenai tata cara bilal mayyit harus terus diperkuat," ujar Rico Waas.

Ia juga menyambut baik inisiatif penyusunan buku panduan tata cara pengurusan jenazah yang dilakukan BMI Kota Medan.

Menurutnya, buku tersebut dapat menjadi pedoman bagi para bilal mayyit dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Selain itu, Rico Waas menilai penguatan organisasi hingga tingkat kewilayahan perlu terus dilakukan agar setiap lingkungan memiliki sumber daya bilal mayyit yang memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai syariat.

Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat kurang mampu, Pemerintah Kota Medan juga berencana menyediakan paket fardhu kifayah bagi warga kategori desil 1 dan desil 2.

Sementara itu, Ketua Bilal Mayyit Indonesia (BMI) Kota Medan, Amir Husin, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Medan terhadap organisasi yang dipimpinnya.

Ia menjelaskan audiensi tersebut sekaligus menjadi ajang memperkenalkan kepengurusan BMI Kota Medan yang telah dilantik pada Agustus lalu.

Amir mengatakan selama ini BMI aktif menggelar pelatihan dan pembinaan kepada generasi muda agar memahami tata cara mengurus jenazah sesuai syariat Islam.

Organisasi itu juga telah mengurus administrasi di Kesbangpol Kota Medan dan berkantor di Jalan Karya, Karang Berombak.

"Kami juga membuat program roadshow ke berbagai kecamatan. Kemarin kami melaksanakannya di Kecamatan Medan Johor dan sambutan masyarakat sangat baik. Mereka berharap kegiatan seperti ini lebih sering digelar," ujarnya.

Menurut Amir, regenerasi menjadi tantangan utama karena sebagian besar bilal mayyit saat ini berasal dari kalangan lanjut usia.

Oleh sebab itu, BMI terus mendorong pelatihan bagi pemuda, remaja, hingga guru sekolah agar semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan mengurus jenazah sesuai syariat Islam.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, BMI berharap ketersediaan bilal mayyit yang terampil dapat terus terjaga sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik di masa mendatang.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution Ajak 10 Provinsi Bersinergi, Hilirisasi dan Pariwisata Jadi Mesin Ekonomi Sumatera
Prabowo Panggil Menteri hingga Kepala Badan, Ada Agenda Penting Apa?
Aceh Percepat Hilirisasi Nilam, Sistem Resi Gudang Disiapkan untuk Stabilkan Harga Petani
El Nino Diprediksi Sampai 2027, Stok Beras Pemerintah Tembus 5,24 Juta Ton
Sidang Kasus Inalum, Ahli Nilai Audit Kerugian Negara Tak Penuhi Standar Pemeriksaan
Prabowo Siap Luncurkan Motor Listrik Nasional, Danantara: Desain dan Produksi Murni Karya Anak Bangsa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru