Rumah Mewah Ditempeli Stiker “Keluarga Miskin”
SUMATERA UTARA Fenomena rumah berukuran besar dan terlihat cukup mewah yang ditempeli stiker bertuliskan Keluarga Miskin menjadi perha
NASIONAL
JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI M Qodari menegaskan, pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pemerintahan, termasuk menjadikan survei opini publik sebagai salah satu bahan masukan dalam pengambilan kebijakan. Hal tersebut Qodari sampaikan dalam merespons survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto menurun menjadi 51 persen.
"Ya tentu saja kita terus melakukan evaluasi. Dan memang itu yang dilakukan oleh Bapak Presiden. Nah tetapi evaluasi itu kan ada berbagai macam. Pertama evaluasi tata kelola. Yang kedua evaluasi hukum. Yang ketiga evaluasi opini publik," ujar Qodari dalam siaran pers Bakom, Jumat (31/7/2026).
Qodari mengatakan, pemerintah menghargai seluruh hasil survei yang dilakukan lembaga independen karena merupakan bagian dari mekanisme demokrasi. "Dalam alam demokrasi, survei opini publik itu merupakan masukan yang penting. Dan kami tidak pernah mengatakan bahwa publik tidak berhak untuk menilai. Sangat berhak. Apalagi saya yang bertahun-tahun ada di dunia itu," kata eks Direktur Eksekutif Indo Barometer itu.Baca Juga:
Namun, menurut dia, hasil survei akan lebih bermanfaat apabila mampu menguraikan penyebab penurunan persepsi publik secara lebih perinci, sehingga dapat menjadi dasar evaluasi yang lebih tepat sasaran. Qodari menilai, variabel yang digunakan dalam survei masih terlalu umum.
Menurut Qodari, indikator seperti ekonomi, politik, dan hukum seharusnya dipecah menjadi indikator-indikator yang lebih spesifik agar penyebab perubahan persepsi masyarakat dapat dipahami secara lebih komprehensif. Dia mencontohkan, dalam aspek ekonomi, survei dapat mengukur secara terpisah persepsi masyarakat terhadap harga kebutuhan pokok, lapangan kerja, nilai tukar rupiah, hingga evaluasi terhadap berbagai program pemerintah. Dengan pendekatan tersebut, hasil survei akan memberikan gambaran yang lebih tajam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan publik.
Qodari juga menegaskan bahwa dirinya tidak membantah hasil survei tersebut. Ia justru berharap penelitian serupa ke depan dapat semakin mendalam sehingga memberikan manfaat yang lebih besar, baik bagi pemerintah maupun masyarakat.
"Saya lebih dalam konteks bahwa akan lebih baik kalau risetnya itu lebih mendetail, sehingga kemudian lebih bermanfaat, lebih jelas argumentasinya. Dan saya kira itu bukan hanya penting bagi kami, pemerintah, untuk bisa memperbaiki, untuk melakukan koreksi-koreksi, tetapi juga bagi masyarakat untuk juga lebih memahami. Makin detail kan makin bagus," tuturnya.
Qodari menambahkan, penelitian yang lebih perinci akan membantu publik memahami faktor-faktor yang memengaruhi perubahan persepsi masyarakat. Dia menyebutkan, survei juga akan lebih komprehensif apabila mampu menunjukkan indikator mana yang memperoleh penilaian positif maupun negatif, serta tingkat korelasinya terhadap kepuasan publik.
"Kalau dijelaskan variabel-variabel yang lebih detail dari variabel ekonomi kenapa turun, variabel-variabel politik kenapa turun, itu kan menjadi sesuatu yang buat publik juga paham bahwa memang ini sesuatu yang secara komprehensif, secara sistematis itu betul-betul bisa diterima dan dipahami," imbuh Qodari.
Diketahui, tingkat kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo Subianto kini menyentuh angka 51,1 persen, persentasenya menurun 30,1 persen dalam sembilan bulan terakhir. Pada November 2025 angka kepuasan Prabowo sentuh angka 81,2 persen.
Angka tersebut berdasarkan hasil survei terbaru yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada 5-19 Juli 2026 bertajuk "Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden". "Approval rating tidak datang dari hampa. Penurunan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum," kata Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, Minggu (26/7/2026).
Sementara itu, publik yang merasa tidak atau sangat tidak puas pada kinerja Presiden Prabowo meningkat dari 16 persen pada survei November 2025 menjadi 46,9 persen pada survei Juli 2026. Survei tersebut juga menemukan sekitar 4,8 persen warga merasa sangat puas pada kinerja presiden, sedangkan 46,3 persen warga merasa cukup puas, 35 persen kurang puas, 11,9 persen tidak puas sama sekali, dan 2,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
SUMATERA UTARA Fenomena rumah berukuran besar dan terlihat cukup mewah yang ditempeli stiker bertuliskan Keluarga Miskin menjadi perha
NASIONAL
TAPAKTUAN Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah memusnahkan barang bukti narkotika jenis ganja sebanyak 110 batang hasil pengung
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menerima kunjungan silaturahmi Danlanal Sabang Kolonel Laut (P) Sad
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., menerima kunjungan silaturahmi dari jajaran Majelis Adat Aceh (MAA)
PERISTIWA
BANDA ACEH Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat kapasitas riset dan mutu pendidikan ti
PENDIDIKAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto berbicara mengenai tantangan geopolitik dunia termasuk konflik di sejumlah negara yang masih berlangsung
POLITIK
JAKARTA KPK telah melimpahkan berkas perkara mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) dalam kasus dugaan korupsi kuota haji
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) telah menerima hasil klasifikasi data Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berdasarkan kertas kerja au
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana mengajak pengusaha domestik untuk ikut serta dalam proyek
EKONOMI
JAKARTA Polisi masih mengusut kematian Sutrimo yang ditemukan di depan klinik Mordent, Jakarta Selatan (Jaksel). Salah satu yang didalami
HUKUM DAN KRIMINAL