PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan, Sejumlah Wilayah Medan Terdampak Pemadaman
MEDAN PT PLN (Persero) UP83 Medan Utara kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik kep
PERISTIWA
MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengapresiasi komitmen Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), khususnya Balai Besar BMKG Wilayah I, dalam meningkatkan literasi kebencanaan di kalangan pelajar melalui penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat (LCC) BMKG Tahun 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, usai menyerahkan hadiah kepada para pemenang LCC BMKG tingkat SMA/MA/SMK sederajat se-Sumatera Utara.
Kegiatan semifinal dan final berlangsung di Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Jalan Ngumban Surbakti II Nomor 15, Medan, Selasa (4/8/2026).Baca Juga:
Surya mengatakan pendidikan kebencanaan merupakan investasi penting untuk membentuk sumber daya manusia yang tangguh dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.
"Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Utara, merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai bencana alam. Oleh karena itu, membangun budaya sadar risiko bencana harus dimulai sejak usia sekolah melalui peningkatan pengetahuan, kesiapsiagaan, dan literasi sains," ujarnya.
Menurut Surya, program edukasi yang secara konsisten dilakukan BMKG menjadi langkah strategis dalam mengenalkan ilmu meteorologi, klimatologi, dan geofisika kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Ia menilai Lomba Cerdas Cermat BMKG tidak hanya menjadi ajang kompetisi akademik, tetapi juga sarana pembelajaran yang mampu melatih kemampuan berpikir kritis, memperkuat kerja sama, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
"Kompetisi ini bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah tumbuhnya semangat belajar, kemampuan berpikir ilmiah, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesiapan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat," katanya.
Surya juga mengajak seluruh sekolah di Sumatera Utara untuk terus mengembangkan budaya literasi kebencanaan.
Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman sekaligus mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekitar.
Ia menegaskan Pemprov Sumut akan terus memperkuat kerja sama dengan BMKG, pemerintah kabupaten dan kota, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumut, Dinas Pendidikan, dan Kementerian Agama atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurut Nelly, tujuan utama LCC BMKG adalah meningkatkan pemahaman pelajar mengenai meteorologi, klimatologi, geofisika, serta mitigasi bencana.
Pengetahuan tersebut dinilai sangat penting karena Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana hidrometeorologi maupun gempa bumi.
"Saya bangga melihat kemampuan para peserta. Pengetahuan tentang cuaca, iklim, gempa bumi, dan mitigasi bencana sangat penting agar masyarakat semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana. Meski tidak semua menjadi juara, ilmu yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kepada masyarakat," katanya.
Nelly berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan LCC BMKG merupakan bagian dari upaya memperkenalkan tugas dan fungsi BMKG kepada pelajar sekaligus meningkatkan pengetahuan tentang mitigasi bencana sejak usia sekolah.
Menurut Hendro, kompetisi tahun ini diikuti oleh 194 sekolah dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Pelaksanaan lomba berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu babak penyisihan secara daring, kemudian semifinal dan final secara luring yang diikuti delapan tim terbaik.
Adapun hasil Lomba Cerdas Cermat BMKG Tahun 2026 tingkat SMA/MA/SMK sederajat se-Sumatera Utara adalah:
Juara I: SMA Negeri 2 Balige
Juara II: SMA Negeri 1 Matauli Pandan
Juara III: SMA Negeri 1 Laguboti
Juara IV: SMA Negeri 1 Sidikalang
Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara, Dinas Sosial Sumatera Utara, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumatera Utara, serta sejumlah pejabat dan perwakilan instansi terkait.
Melalui kegiatan ini, BMKG dan Pemprov Sumut berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya mitigasi bencana sehingga mampu menjadi agen edukasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.* (ad)
MEDAN PT PLN (Persero) UP83 Medan Utara kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik kep
PERISTIWA
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil P
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), Marcelino Pasaribu (20), menjadi korban penikaman oleh pria berinisial Ismael
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin, 21 September 2026. Rup
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Sejumlah saham yang masuk jajaran
EKONOMI
JAKARTA Harga pangan nasional di pasar tradisional pada Senin, 21 September 2026, bergerak beragam. Sejumlah komoditas utama mengalami k
EKONOMI
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Apple memperkenalkan desain yang cukup segar lewat iPhone Air. Alihalih menggunakan modul kamera besar seperti yang umum ditemu
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam turun pada perdagangan Senin, 21 September 20
EKONOMI
JAKARTA Sudah berada di tempat tidur, tetapi rasa kantuk tak kunjung datang? Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh banyak pikira
KESEHATAN