Presiden Palestina Telepon Prabowo, Ini yang Dibahas
JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin (15/6/2
NASIONAL
JAKARTA –Krisna Murti, kuasa hukum Saka Tatal yang terlibat dalam kasus kematian Vina dan Eky di Cirebon, baru saja meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Jayabaya dengan predikat cumlaude. Gelar ini diraihnya setelah menjalani studi sejak Maret 2021 dan berhasil menyelesaikan disertasi yang berjudul “Formulasi Ideal Upaya Hukum Luar Biasa Peninjauan Kembali Oleh Jaksa Penuntut Umum Dalam Perspektif Keadilan dan Kepastian Hukum.”
Dalam disertasinya, Krisna mengkaji sistem peninjauan kembali perkara pidana oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Indonesia. Ia menekankan perlunya reformasi untuk mewujudkan keadilan dan kepastian hukum, dengan merujuk pada praktik di negara lain, termasuk Belanda.
“Sudah waktunya Indonesia memberikan kewenangan bagi JPU untuk melakukan upaya hukum luar biasa peninjauan kembali,” kata Krisna saat ditemui di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa peninjauan kembali harus memenuhi syarat materiil, seperti adanya fakta atau bukti baru (novum), keterangan palsu dari saksi, dan kekhilafan hakim dalam penanganan perkara.
Menurutnya, pemberian kewenangan ini merupakan bagian dari tanggung jawab JPU dalam memperjuangkan keadilan bagi korban. “Setiap orang, baik itu terdakwa maupun korban, memiliki kedudukan yang sama di depan hukum, demi mewujudkan rasa keadilan dan kepastian hukum,” lanjutnya.
Krisna menyoroti pentingnya penegakan hukum yang tidak hanya berfokus pada keadilan formal, tetapi juga substansial. Ia mengungkapkan bahwa hukum harus hadir untuk memberikan keadilan kepada semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang kurang beruntung. “Jangan sampai hukum hanya milik orang-orang elite,” tegasnya.
Ia juga mengusulkan agar DPR dan Pemerintah melakukan amendemen terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), khususnya Pasal 263 yang membatasi kewenangan JPU dalam mengajukan peninjauan kembali. Saat ini, peninjauan kembali hanya boleh diajukan oleh pihak terpidana, sementara JPU tidak memiliki hak yang sama.
Krisna berharap reformasi ini akan mempercepat transformasi sistem peradilan pidana di Indonesia menuju keadilan substantif. “Dengan sistem peninjauan kembali yang didesain dengan baik, kita dapat menciptakan sistem peradilan yang berkeadilan dan memiliki kepastian hukum,” pungkasnya.
Dengan pencapaian akademis ini, Krisna Murti berharap dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu meraih gelar profesor di masa mendatang. “Semoga kedepannya dapat lanjut gelar profesor,” tutupnya.
Krisna Murti tidak hanya meraih prestasi akademis, tetapi juga berkomitmen untuk membawa perubahan dalam sistem hukum Indonesia. Usulannya untuk memberikan kewenangan kepada JPU dalam peninjauan kembali adalah langkah strategis menuju keadilan yang lebih merata.
(N/014)
JAKARTA Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin (15/6/2
NASIONAL
BATU BARA Sebagai bentuk respon cepat Pemerintah Kabupaten Batu Bara terhadap berbagai permasalahan irigasi yang selama ini menjadi kelu
PERTANIAN AGRIBISNIS
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menegaskan bahwa data ekonomi yang akurat merupakan fondasi penting dal
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Polda Aceh akan menggelar Bhayangkara Fest 2026 sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke80. Kegiatan yang berlangs
NASIONAL
MEDAN Soto Medan merupakan salah satu kuliner khas Sumatra Utara yang paling banyak dicari pecinta makanan berkuah. Hidangan ini dikenal
SENI DAN BUDAYA
YOGYAKARTA Mahasiswa yang terlibat dalam aksi penggerudukan diskusi bertajuk Indonesia Emas atau Cemas? Telaah Kritis Indonesia Hari Ini
PERISTIWA
JAKARTA Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan bahwa Indonesia bukan milik i
NASIONAL
OlehYogen SogenMENCARI Budiman Sudjatmiko seharusnya bukan perkara sulit. Namanya pernah menjadi bagian dari sejarah perlawanan di negeri i
OPINI
JAKARTA Di tengah persaingan pasar smartphone yang semakin ketat, kualitas layar kini menjadi salah satu faktor penting yang tidak lagi bi
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) terpantau tidak bergerak pada perdagangan Selasa, 16 Juni
EKONOMI