BREAKING NEWS
Rabu, 19 Agustus 2026

BRT Mebidang Resmi Beroperasi, Bobby Nasution Dorong Warga Beralih dari Kendaraan Pribadi

Abyadi Siregar - Rabu, 19 Agustus 2026 16:38 WIB
BRT Mebidang Resmi Beroperasi, Bobby Nasution Dorong Warga Beralih dari Kendaraan Pribadi
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan operasional BRT Mebidang yang melayani rute Medan-Binjai dan Medan-Lubukpakam di Kabupaten Deli Serdang, Rabu, 19 Agustus 2026. (foto: Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meresmikan operasional Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang melayani rute Medan-Binjai dan Medan-Lubukpakam di Kabupaten Deli Serdang, Rabu, 19 Agustus 2026.

BRT Mebidang menggunakan bus listrik sebagai bagian dari upaya membangun transportasi publik yang modern, terintegrasi, dan ramah lingkungan di kawasan metropolitan Medan, Binjai, dan Deli Serdang.

Bobby mengatakan keberhasilan BRT tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur dan penyediaan armada.

Baca Juga:

Menurut dia, konsistensi pelayanan, ketepatan waktu, keselamatan, serta kemudahan akses bagi masyarakat menjadi faktor penting.

Pemerintah, kata Bobby, memiliki tanggung jawab menyediakan pilihan mobilitas yang layak bagi masyarakat.

Pertumbuhan kendaraan pribadi harus diimbangi dengan tersedianya angkutan umum yang nyaman dan terjangkau.

"Semakin banyak kendaraan pribadi, semakin sulit pemerintah memberikan pelayanan. Karena itu pemerintah harus menyiapkan transportasi umum," kata Bobby Nasution.

Bobby meminta seluruh kepala daerah di kawasan Mebidang mengesampingkan ego sektoral untuk mendukung integrasi sistem transportasi.

Menurut dia, BRT Mebidang tidak boleh berhenti pada peluncuran armada bus.

Sistem tersebut harus berkembang menjadi transportasi yang saling terkoneksi dan terintegrasi.

"Ini bukan launching bus, tapi transportasi yang terkoneksi dan terintegrasi, sekaligus mendorong perubahan budaya mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi menuju transportasi umum," ujarnya.

Setelah peresmian, Bobby bersama rombongan menjajal operasional BRT Mebidang.

Mereka menaiki bus listrik dari Terminal Lubukpakam menuju Pos Blok Lapangan Merdeka Medan.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Muiz Thohir mengatakan kehadiran BRT Mebidang merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih modern dan terintegrasi.

Ia menjelaskan pembangunan kawasan perkotaan menjadi salah satu prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Terdapat sekitar 20 kota atau kawasan perkotaan yang menjadi prioritas, termasuk kawasan Medan dan sekitarnya.

Berdasarkan data TomTom Traffic Index, tingkat kemacetan di Kota Medan mencapai sekitar 54,2 persen.

Kondisi tersebut membuat perjalanan yang secara normal dapat ditempuh dalam waktu 10 menit membutuhkan waktu lebih lama akibat kepadatan lalu lintas.

Karena itu, transportasi publik dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Selain mengurangi kemacetan, penggunaan transportasi umum diharapkan dapat menekan konsumsi energi dan emisi karbon.

Kementerian Perhubungan kemudian meluncurkan program BRT Transit di kawasan Medan dan Bandung Raya sebagai proyek percontohan yang didukung Bank Dunia.

"Pembangunan bukan semata proses fisik. Ada investasi bagi kualitas hidup masyarakat, produktivitas ekonomi serta masa depan yang lebih hijau," kata Muiz.

Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan peluncuran BRT listrik di kawasan Mebidang merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk meningkatkan konektivitas masyarakat.

BRT ditujukan untuk menyediakan transportasi publik yang modern, aman, terintegrasi, dan ramah lingkungan.

Program tersebut juga diarahkan untuk mengatasi kemacetan, meningkatkan efisiensi waktu tempuh, serta mengurangi emisi karbon.

Pada tahap uji coba, dua unit bus listrik mulai dioperasikan.

Tahap ini digunakan untuk mengevaluasi kondisi teknis dan waktu tempuh sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan transportasi publik tersebut.

"Operasi penuh ditargetkan mulai 8 Desember 2026 dengan total 30 bus listrik, terdiri atas 14 unit untuk Koridor 11 (Teladan–Terminal Lubukpakam), 13 unit untuk Koridor 12 (Simpang Barat–Binjai), dan tiga unit sebagai armada cadangan," ujar Yuda.

Selama masa uji coba, masyarakat dapat menggunakan layanan BRT Mebidang secara gratis.

Setelah beroperasi penuh, tarif yang direncanakan sebesar Rp4.300 untuk penumpang umum dan Rp3.000 bagi kategori khusus, seperti pelajar, penyandang disabilitas, serta lanjut usia.

Kehadiran BRT Mebidang diharapkan tidak hanya menjadi tambahan pilihan transportasi bagi warga Medan, Binjai, dan Deli Serdang.

Pemerintah juga mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi menuju transportasi umum.

Dengan sistem yang terintegrasi, layanan BRT diharapkan dapat memperbaiki konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian kawasan Mebidang.

Peluncuran BRT Mebidang turut dihadiri Staf Khusus Presiden sekaligus Komisaris Utama PT Blue Bird Bayu Priawan Djokosoetono, Direktur PT Big Bird Pusaka Kresna Priawan Djokosoetono, Ketua Kadin Sumut Firsal Dida Mutiara, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Wali Kota Binjai Amir Hamzah, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, Ketua Komisi D DPRD Sumut Timbul Jaya Hamonangan, serta jajaran Forkopimda Sumut dan Deli Serdang.* (vv/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rico Waas Resmikan Gallery Mustika Deli, Dorong UMKM Medan Tembus Pasar Global
Rico Waas Dorong PWPM Medan Perkuat Profesionalisme dan Kualitas Pemberitaan
Aceh Tengah Percepat Pemulihan Pascabencana, Akses Warga Jadi Prioritas Utama
Rico Waas: PWPM Jangan Sekadar Paguyuban, Harus Mampu Beri Arah Pembangunan
Anggaran Rp50 Miliar Belum Bergerak, Tito Turunkan Tim Kemendagri ke Nias
PT Inalum Perkuat Kompetensi dan Perlindungan Pekerja Batu Bara, 25 Peserta Ikuti Pelatihan K3 Scaffolding
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru