Bedah Jejak Digital dan Hasil Autopsi Winda, Kompolnas Sebut Penyidikan Polrestabes Medan Solid
MEDAN Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai penanganan kasus kematian Winda Lorenza Gowasa oleh Polrestabes Medan sejauh ini berja
PERISTIWA
MEDAN - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan mengevaluasi dan membenahi data penerima bantuan sosial (bansos). Hal ini menyusul masih ditemukannya penyaluran bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran.
Rico menegaskan Dinsos Medan harus dapat memastikan masyarakat yang menerima bantuan memang memenuhi kriteria. Ia juga mengatakan akan memberikan teguran apabila ditemukan penyaluran bansos yang tidak sesuai sasaran.
"Dinsos Kota Medan harus bisa menjelaskan dengan benar siapa yang berhak mendapatkan bantuan. Saya pasti akan memberi teguran langsung jika memang ada bantuan yang tidak tepat sasaran," tegas Rico.Baca Juga:
Menurut Rico, kondisi di lapangan setelah penyaluran bansos harus menjadi bahan evaluasi. Data penerima perlu disesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya.
"Apa yang terjadi di lapangan pasca pendistribusian bantuan harus menjadi bahan evaluasi bagi Dinsos Medan. Lihat secara utuh permasalahan yang ada dan pastikan apa yang menjadi penyebabnya. Kalau memang data tidak sesuai dengan kondisi riil, langsung benahi dan evaluasi," katanya.
Rico mengakui kondisi ekonomi masyarakat dapat berubah sehingga tidak selalu sesuai dengan data yang sebelumnya tercatat. Salah satu persoalan yang disorot adalah perubahan status desil masyarakat.
"Terkadang ada masyarakat yang kondisi ekonominya masih sulit tapi Desil-nya sudah tinggi, begitu juga sebaliknya. Kondisi itu memang masih sering terjadi di lapangan. Makanya Dinsos Kota Medan harus cepat memverifikasi itu. Lihat data yang mana harus di-exclude atau di-include, sehingga bantuan bisa tepat sasaran," ujarnya.
Rico juga mengimbau warga yang merasa status desilnya tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya untuk menyampaikan sanggahan kepada Dinsos Medan maupun melalui kelurahan.
"Silakan melapor jika masyarakat merasa tidak sesuai, dengan begitu datanya bisa diperbarui. Mengatasi kondisi ini, kami juga akan sinkronkan dengan pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos). Evaluasi akan terus kita lakukan agar segala jenis bantuan yang disalurkan pemerintah benar-benar tepat sasaran," pungkasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Rico setelah muncul persoalan terkait penyaluran bansos di Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia. Sejumlah warga memprotes pembagian bantuan beras dan mempertanyakan ketepatan data penerima. Pemko Medan kemudian menyatakan akan melakukan evaluasi serta verifikasi ulang terhadap data penerima bantuan.
Pemko Medan sebelumnya juga telah mendorong pemutakhiran data perlindungan sosial untuk memperbaiki ketepatan penyaluran bansos. Rico pada Mei 2026 menyebut validasi data diperlukan agar bantuan tidak ditentukan berdasarkan subjektivitas, melainkan kondisi masyarakat yang terverifikasi.
Evaluasi data penerima bansos tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Medan memastikan bantuan pemerintah dapat diterima masyarakat yang memenuhi kriteria dan menyesuaikan perubahan kondisi sosial ekonomi warga.* (mi/dh)
MEDAN Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai penanganan kasus kematian Winda Lorenza Gowasa oleh Polrestabes Medan sejauh ini berja
PERISTIWA
PEMATANGSIANTAR Satuan Reserse Narkoba Polres Pematangsiantar menangkap pria berinisial IH (29) yang diduga terlibat peredaran narkotika je
HUKUM DAN KRIMINAL
NIAS SELATAN Sejumlah siswa di Kabupaten Nias Selatan harus menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah setiap hari. Kondisi itu membuat mer
PERISTIWA
MEDAN Pendapatan daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) telah mencapai Rp8,9 triliun hingga 22 September 2026. Realisasi
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan menangkap pria berinisial H (41) yang diduga terlibat peredaran narkotika jenis sabu di K
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Perselisihan akibat berebut remot televisi di sebuah warung kopi di Medan Tuntungan berujung maut. Seorang pemuda berinisial LT (26)
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara berkomitmen merawat enam bangunan cagar budaya yang berada di wila
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Polda Sumatera Utara telah menyelesaikan audit investigasi terkait kematian W (30), mantan istri polisi yang ditemukan tewas di Kota
PERISTIWA
MEDAN Polda Sumatera Utara menilai ekshumasi makam W (30), mantan istri seorang polisi yang meninggal akibat luka tembak, belum diperlukan.
PERISTIWA
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan pada Rabu (23/9/2026) terpantau berada dalam kategori Baik hingga Sedang. Kondisi tersebut berdasarkan p
KESEHATAN