BREAKING NEWS
Jumat, 25 September 2026

Wagub Sumut Surya: Lulusan PKN II Harus Buktikan Perubahan Nyata bagi Masyarakat

Abyadi Siregar - Jumat, 25 September 2026 14:33 WIB
Wagub Sumut Surya: Lulusan PKN II Harus Buktikan Perubahan Nyata bagi Masyarakat
Wakil Gubernur Sumut Surya resmi menutup PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro, Kota Medan, Jumat (25/9/2026). (Foto: Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, berintegritas, dan mampu menghasilkan perubahan nyata bagi organisasi maupun masyarakat.

Menurut Surya, keberhasilan mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II tidak cukup hanya dengan memperoleh sertifikat kelulusan.

Para peserta harus mampu menerapkan gagasan yang diperoleh selama pelatihan di instansi masing-masing.

Baca Juga:

Pesan tersebut disampaikan Surya saat menutup PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 di Aula Raja Inal Siregar, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (25/9/2026).

"Keberhasilan PKN Tingkat II tidak diukur dari sertifikat kelulusan yang diterima hari ini, melainkan dari sejauh mana gagasan tersebut benar-benar diimplementasikan dan memberikan dampak yang dirasakan masyarakat," ujar Surya.

Dalam kesempatan tersebut, Surya juga menyampaikan refleksinya mengenai pentingnya integritas bagi pejabat publik.

Ia mengutip pengalamannya saat mengikuti pembekalan kepemimpinan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Menurut Surya, pemahaman mengenai aspek teknis pemerintahan hanya menjadi sebagian dari kunci keberhasilan seorang pemimpin.

Bagian lainnya berkaitan dengan hati nurani atau kalbu.

"Integritas itu jujur, dan jujur itu identik dengan baik, baik dalam perilaku maupun perbuatan yang tidak melanggar ketentuan peraturan. Integritas adalah ukuran yang harus terus kita pertahankan," tegasnya.

Surya mengatakan kepemimpinan yang memiliki integritas merupakan fondasi penting dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Karena itu, alumni PKN Tingkat II diharapkan dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di instansi masing-masing.

Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI Erna Irawati dalam kesempatan yang sama memaparkan empat kompetensi utama yang perlu dimiliki seorang pemimpin.

Keempat kompetensi tersebut yakni kemampuan mengelola diri sendiri, mengelola orang lain, mengelola kinerja, dan mengelola perubahan.

Erna mengatakan dinamika perubahan yang berlangsung cepat membuat tantangan birokrasi tidak hanya berkaitan dengan transformasi digital.

Pemimpin juga harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai situasi krisis.

Karena itu, seorang pemimpin dituntut untuk terus belajar atau continuous learning.

"Kunci dari perubahan adalah belajar. Pemimpin ketika berhenti belajar, organisasinya tidak akan tumbuh. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang meninggalkan legacy (warisan kebermanfaatan) yang dimulai dari proses transformasi," tutur Erna.

Erna juga mengingatkan agar proyek perubahan yang telah dirancang peserta PKN tidak berhenti setelah pelatihan selesai.

Proyek tersebut diharapkan terus dilanjutkan dan dikembangkan sehingga dapat memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumut Agustinus Panjaitan mengatakan PKN Tingkat II Angkatan XII mengusung tema

"Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Tata Kelola Penanggulangan Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi dan Daya Saing Daerah".

Pelatihan berlangsung sejak 20 Mei hingga 25 September 2026 dan diikuti 49 peserta dari berbagai instansi.

Peserta berasal dari Pemerintah Provinsi Sumut, Kejaksaan Agung RI, sejumlah pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Utara, serta beberapa daerah lainnya seperti Kampar dan Pasaman Barat.

"Dari total 49 peserta, sebanyak 48 orang dinyatakan LULUS, sementara 1 orang ditunda kelulusannya dikarenakan sakit," papar Agustinus.

Berbeda dengan angkatan sebelumnya yang mengunjungi lokasi best practice, Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Angkatan XII dilaksanakan langsung di lokasi pascabencana di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Dari hasil kajian lapangan tersebut, para peserta merumuskan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat penanganan bencana dan pelayanan kepada masyarakat.

Rekomendasi tersebut antara lain penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana berbasis data, perlindungan dan perawatan kelompok rentan pascabencana, transformasi kepemimpinan melalui kolaborasi dan kearifan lokal, serta pemulihan pelayanan publik pascabencana.

Rangkaian PKN Tingkat II Angkatan XII kemudian ditutup dengan pemberian apresiasi kepada lima peserta terbaik serta penyerahan rekomendasi kebijakan atau policy brief kepada pemerintah daerah.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
3.001 Massa ATUR Jakarta Geruduk Istana, Warga Kelapa Dua Wetan Desak Pemerintah Tetapkan Wilayahnya sebagai Lokasi Reforma Agraria
Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional, Ini Alasannya
Wali Kota Binjai Amir Hamzah Lantik Sofyan Syahputra Jadi Kadisdik, 76 Kepala Sekolah Dapat SK
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tenggara, 3 Desa Terdampak dan Jalan Nasional Lumpuh
Harga Ayam di Sumut Tembus Rp50.550 per Kg, UMKM Kuliner Mulai Terjepit
PT PSU Laporkan Dugaan Korupsi Replanting ke Polda Sumut, Eks Pejabat Diduga Terima Rp1,2 Miliar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru