BREAKING NEWS
Sabtu, 17 Oktober 2026

Pemprov Sumut Siapkan Taman Kehati 14 Hektare di Kwala Bekala, Target Rampung 2029

Abyadi Siregar - Jumat, 16 Oktober 2026 19:13 WIB
Pemprov Sumut Siapkan Taman Kehati 14 Hektare di Kwala Bekala, Target Rampung 2029
Kepala DLHK Provinsi Sumatera Utara Heri Wahyudi Marpaung, memberikan keterangan pers kepada awak media di lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30, Medan, Jumat (16/10/2026). (Foto: Diskominfo Sumut YT Hariono)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menyiapkan pembangunan Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) seluas 14 hektare di Kwala Bekala, Kabupaten Deli Serdang.

Kawasan konservasi di luar kawasan hutan ini dirancang menjadi ruang pelestarian tanaman endemik khas Sumatera Utara sekaligus membangun ekosistem baru yang mendukung kehidupan satwa.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut, Ari Harahap, mengatakan pembangunan Taman Kehati merupakan salah satu program strategis daerah.

Baca Juga:

Lokasinya memanfaatkan aset milik Universitas Sumatera Utara (USU) di Desa Durin Tunggal, Kecamatan Pancurbatu, tepatnya di kawasan Fakultas Kehutanan USU, Kwala Bekala.

Hal itu disampaikan Ari dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jumat, 16 Oktober 2026.

"Ini merupakan program strategis daerah yang nantinya taman ini akan dibangun di atas lahan seluas 14 hektar dan menjadi kawasan ekologi baru," ujar Ari.

Ari menjelaskan, pembangunan Taman Kehati dilakukan di luar kawasan hutan dengan memanfaatkan lahan milik USU.

Dengan skema tersebut, pemerintah daerah tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembebasan lahan.

Kerja sama antara Pemprov Sumut dan USU juga telah dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).

"Untuk program ini kita sudah bekerja sama dan telah menandatangani PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan USU yang telah diselenggarakan beberapa bulan yang lalu," ujar Ari.

Lahan tersebut nantinya akan digunakan oleh Pemprov Sumut melalui mekanisme pinjam pakai atau hibah aset.

Saat ini, pemerintah daerah masih memproses permohonan pengalihan aset untuk mendukung pelaksanaan pembangunan.

"Saat ini penetapan lokasi telah selesai dan proses permohonan pengalihan aset sedang berjalan. Langkah berikutnya meliputi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) penetapan speses, penyusunan detail engineering design (DED), hingga pengajuan perizinan kepada Kementerian Lingkungan Hidup," kata Ari.

Tahapan tersebut diperlukan sebelum pembangunan fisik dan penataan vegetasi dilaksanakan.

Pemerintah juga akan menyiapkan kajian lingkungan, menentukan jenis tanaman yang akan dikembangkan, serta menyusun rancangan teknis pembangunan kawasan.
Pembangunan Ditargetkan Rampung pada 2029

Pemprov Sumut menargetkan pembangunan infrastruktur dan penanaman vegetasi Taman Kehati selesai pada 2029.

Meski demikian, pemerintah daerah membuka peluang untuk melakukan peluncuran awal atau soft launching pada 2027.

Peluncuran awal tersebut dapat dilakukan apabila target dalam rencana aksi atau action plan 2026 berhasil diselesaikan lebih cepat dari jadwal.

Ari menjelaskan, Taman Kehati memiliki konsep berbeda dari kawasan konservasi yang terbentuk secara alami.

Taman ini akan dibangun pada lahan yang sebelumnya kurang produktif atau berupa arboretum, tetapi berada di luar kawasan hutan.

"Berbeda dengan kawasan konservasi konvensional yang sudah ada secara alami seperti Taman Hutan Raya (Tahura), Taman Kehati merupakan ekologi baru yang dibangun pada tapak lahan yang sebelumnya kurang produktif atau berupa arboretum di luar kawasan hutan," ujarnya.

Konsep tersebut diharapkan dapat menjadikan lahan yang sebelumnya kurang produktif sebagai kawasan yang memiliki fungsi ekologis, terutama untuk pelestarian keanekaragaman hayati.

Salah satu fokus utama pembangunan Taman Kehati adalah menanam berbagai jenis tumbuhan endemik khas Sumatera Utara.

Selain menjadi tempat pelestarian tanaman, kawasan ini juga dirancang untuk mendukung keberadaan satwa sehingga terbentuk ekosistem yang lebih seimbang.

Keberadaan taman tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus menjadi contoh pengembangan kawasan konservasi di tingkat provinsi.

Pemprov Sumut juga mengandalkan kolaborasi dengan perguruan tinggi, khususnya USU, untuk mendukung pembangunan dan pengelolaan kawasan tersebut.

"Melalui kolaborasi strategis antara Pemprov Sumut dan perguruan tinggi seperti USU ini, diharapkan pembangunan Taman Kehati Kwala Bekala dapat berjalan lancar serta menjadi percontohan taman keanekaragaman hayati tingkat provinsi di Sumatera Utara," katanya.

Jika terealisasi sesuai rencana, Taman Kehati Kwala Bekala berpotensi menjadi ruang pelestarian tumbuhan khas Sumatera Utara sekaligus kawasan ekologis baru yang mendukung perlindungan satwa dan keseimbangan lingkungan.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK: Korupsi Dana Bencana BNPB Jadi Ironi di Tengah Masyarakat yang Membutuhkan Bantuan
Konjen Jepang Furugori Toru Pamit dari Medan, Rico Waas Dorong Investasi dan Kerja Sama Berlanjut
DLHK Sumut Pastikan Tak Ada Titik Api, Kabut Asap di Medan Diduga Kiriman dari Luar Daerah
TERBUKTI BUNGKAM! PIC Yayasan Atifa & Kepala SPPG Tembung 3 Tak Jawab 6 Pertanyaan Soal 2 UD Fiktif & Mark-Up Rp 19 Juta
Siswa PAUD hingga SMP di Medan Belajar Daring 16–21 Oktober akibat Kabut Asap, Kadisdikbud Imbau Orang Tua Awasi Anak di Rumah
Polda Sumut Gerebek Sarang Narkoba di Padang Bulan, 19 Orang hingga Samurai Diamankan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru