BREAKING NEWS
Kamis, 22 Oktober 2026

Kabut Asap Picu Kekhawatiran Warga, Pemkab Simalungun Turun Tangan Periksa Kualitas Udara

Azryn Marida - Rabu, 21 Oktober 2026 12:08 WIB
Kabut Asap Picu Kekhawatiran Warga, Pemkab Simalungun Turun Tangan Periksa Kualitas Udara
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Simalungun pada Senin, 19 Oktober 2026 melakukan pengujian kualitas udara di tiga wilayah yaitu Raya, Parapat, dan Perdagangan, pada Senin, 19 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun, Sumatera Utara, melakukan pengujian kualitas udara di tiga wilayah menyusul laporan kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.

Pengujian dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Simalungun pada Senin, 19 Oktober 2026.

Tiga lokasi yang menjadi titik pengambilan sampel udara adalah Raya, Parapat, dan Perdagangan.

Baca Juga:


Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kualitas udara secara ilmiah sekaligus menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan tindakan penanganan apabila ditemukan tingkat pencemaran yang membahayakan kesehatan.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun, Daniel H. Silalahi, mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai respons terhadap laporan masyarakat mengenai kondisi udara yang berasap di sejumlah wilayah.

Menurut dia, pengujian laboratorium diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi udara, bukan hanya berdasarkan pengamatan langsung.

Data hasil pemeriksaan nantinya akan digunakan untuk mengevaluasi kualitas lingkungan dan menyusun langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

Daniel menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan di tiga wilayah yang memiliki karakteristik dan aktivitas masyarakat berbeda.

Lokasi pertama berada di Raya atau Pamatang Raya yang merupakan pusat pemerintahan sekaligus ibu kota Kabupaten Simalungun.

Wilayah tersebut dipilih untuk mengetahui kondisi kualitas udara di kawasan pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Lokasi kedua berada di Parapat, salah satu kawasan wisata utama di sekitar Danau Toba yang menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemantauan di Parapat dinilai penting karena kawasan wisata tersebut memiliki aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan yang membutuhkan lingkungan sehat dan nyaman.

Sementara itu, lokasi ketiga berada di Perdagangan, Kecamatan Bandar, yang dikenal sebagai kawasan dengan aktivitas perdagangan dan ekonomi.

Wilayah tersebut juga berada di sekitar kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

"Pemilihan ketiga lokasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi kualitas udara di wilayah pusat pemerintahan, kawasan pariwisata, serta kawasan dengan aktivitas industri dan ekonomi," ujar Daniel di Pamatang Raya yang merupakan salah satu lokasi pengambilan sampel udara.

Menurut Daniel, pengujian di wilayah dengan karakteristik berbeda diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kondisi udara pada masing-masing kawasan.

Dengan adanya data tersebut, pemerintah daerah dapat menentukan langkah penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam pelaksanaan pengujian, DLH Kabupaten Simalungun bekerja sama dengan PT Betajulu Laboratorium.

Perusahaan tersebut merupakan lembaga pengujian dan pemantauan lingkungan hidup yang disebut telah memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) serta terdaftar di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Pengambilan sampel udara dilakukan selama 24 jam penuh untuk memperoleh data yang diperlukan dalam pemeriksaan.

Sampel yang telah dikumpulkan kemudian dibawa ke laboratorium guna menjalani analisis lebih lanjut.

Hasil lengkap pengujian diperkirakan dapat diketahui sekitar tiga hari kerja setelah proses pengambilan sampel selesai.

Melalui pemeriksaan tersebut, pemerintah daerah berharap dapat memperoleh informasi mengenai kondisi kualitas udara di wilayah yang dipantau.

Data hasil laboratorium nantinya menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui apakah diperlukan langkah penanganan tambahan guna melindungi kesehatan masyarakat.

Hingga informasi pengujian tersebut disampaikan, belum terdapat hasil laboratorium yang memastikan tingkat pencemaran udara di ketiga lokasi.

Karena itu, penyebab dan tingkat pencemaran udara belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan kondisi asap yang terlihat.

Sementara itu, Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, meminta masyarakat tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan kondisi udara yang berasap atau berdebu.

Anton menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah daerah di tengah kondisi lingkungan yang dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan kesehatan.

"Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, terutama ketika kondisi udara terlihat berasap atau berdebu."

Bupati juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika harus menjalankan aktivitas di luar rumah.

Warga disarankan menggunakan masker ketika udara terlihat berasap atau berdebu untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.

Selain itu, masyarakat diminta membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan, khususnya saat kondisi udara terasa tidak nyaman untuk bernapas.

Bagi warga yang mengalami keluhan pernapasan, seperti batuk, sesak napas, atau gangguan kesehatan lainnya, disarankan segera mencari pertolongan medis.

Masyarakat juga diimbau memperoleh informasi mengenai perkembangan kualitas udara melalui saluran resmi pemerintah daerah.

Kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan di Kabupaten Simalungun menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.

Kondisi udara yang berasap dapat mengurangi kenyamanan saat beraktivitas di luar ruangan.

Apabila mengandung partikel pencemar dalam konsentrasi tinggi, paparan asap juga dapat berdampak terhadap kesehatan pernapasan.

Anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan merupakan kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.

Karena itu, pemeriksaan kualitas udara diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan menentukan tindakan pencegahan yang sesuai.

Pengujian tersebut juga diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam memberikan informasi yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai kondisi lingkungan.

Dengan adanya hasil pemeriksaan laboratorium, pemerintah dapat menentukan apakah perlu dilakukan tindakan tambahan, termasuk peningkatan pemantauan maupun langkah perlindungan kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Simalungun menyatakan akan terus memantau perkembangan kualitas udara setelah pelaksanaan pengambilan sampel di tiga lokasi.

Hasil pemeriksaan dari PT Betajulu Laboratorium nantinya digunakan sebagai salah satu dasar dalam menyusun rekomendasi dan kebijakan penanganan.

Pemerintah daerah juga berencana menyampaikan hasil pengujian kepada masyarakat setelah data laboratorium tersedia.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian informasi mengenai kondisi udara yang sempat dikeluhkan masyarakat.

Selain itu, transparansi hasil pemeriksaan diperlukan agar warga mengetahui tingkat kualitas udara dan tindakan yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan.

Pengujian yang dilaksanakan di Raya, Parapat, dan Perdagangan menjadi langkah awal Pemkab Simalungun dalam merespons kekhawatiran masyarakat terhadap kabut asap.

Meski hasil laboratorium masih ditunggu, Bupati Anton Achmad Saragih mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara terlihat berasap atau berdebu.

Pemerintah Kabupaten Simalungun berharap hasil pengujian dapat menjadi dasar penanganan yang tepat sehingga kesehatan masyarakat tetap terlindungi dan kualitas lingkungan hidup dapat terjaga.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
DWP Simalungun Perkuat Program Kerja 2026, Siapkan Lomba Hari Ibu dan HUT DWP hingga Evaluasi Kantor Kecamatan
Dinas Kominfo Sumut Raih Predikat Informatif KI Sumut Award 2026, Erwin Harahap Tegaskan Keterbukaan Informasi Bukan Sekadar Penghargaan
Rupiah Akhirnya Menguat! Dolar AS Kembali di Bawah Rp18.000, Apa Penyebabnya?
IHSG Menghijau Jelang Pengumuman BI Rate, Saham MBMA, DEWA dan ISAT Melesat!
INALUM Perkuat Posisi Industri Aluminium Indonesia di Forum Mineral dan Logam Internasional 2026
Peserta Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Aceh Terjatuh Lemas, Biddokkes Polda Aceh Turun Tangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru