Prabowo Disebut Tunjuk Pengusaha Haji Isam Tangani Karhutla, Mensesneg Bantah: Tidak Benar
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Is
NASIONAL
JAKARTA –Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD RI 2024 menuai kritik dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Wayan Sudirta, yang menilai pidato Presiden Jokowi terlalu irit dan tidak menyentuh beberapa isu krusial.
Wayan Sudirta mengungkapkan pendapatnya mengenai pidato Jokowi saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Menurut Wayan, pidato Presiden Jokowi terkesan tidak lugas dan tidak menyentuh beberapa masalah penting yang seharusnya menjadi fokus perhatian publik.
“Yang saya tangkap dari pidato Pak Jokowi adalah kesan bahwa beliau tidak terlalu lugas dalam penyampaian materinya. Selain itu, materi yang disampaikan juga terasa terlalu irit dan tidak komprehensif,” kata Wayan.
Dia menyoroti beberapa aspek yang menurutnya seharusnya dibahas lebih mendalam dalam pidato tersebut. “Pidato itu tidak menyinggung masalah utang luar negeri, yang merupakan isu penting. Begitu juga dengan masalah sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) yang kurang mendapatkan perhatian,” tambahnya.
Wayan juga mencatat bahwa masalah hukum, yang merupakan salah satu aspek krusial dalam pemerintahan, hanya dibahas secara normatif. “Masalah hukum yang disinggung hanyalah soal-soal normatif seperti komisi yudisial (KY). Tidak ada penjelasan yang memadai mengenai bagaimana komisi yudisial ini dapat berperan lebih efektif,” jelasnya.
Meskipun Jokowi menyebut beberapa produk pemerintahan seperti Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Omnibus Law, Wayan merasa penjelasan tentang hal-hal tersebut tidak cukup memadai. “Memang ada beberapa poin yang disebutkan seperti KUHP dan Omnibus Law, tetapi sekali lagi, penjelasannya tidak memadai. Kita sangat menanti penjelasan mengenai masalah persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial,” ungkapnya.
Wayan berharap agar pidato Presiden Jokowi dapat memberikan pemahaman dan keyakinan yang lebih baik mengenai persatuan, demokrasi, dan hak-hak rakyat. “Kita berharap ada penekanan lebih pada persatuan, demokrasi, dan hak-hak rakyat. Meskipun waktu yang tersisa hanya 2-3 bulan menjelang akhir masa jabatan, kami berharap ada masukan yang lebih detail dan konkret dari Presiden,” ujarnya.
Dengan waktu yang semakin singkat menjelang akhir masa jabatan Presiden Jokowi, Wayan mengingatkan pentingnya memberikan masukan yang konstruktif untuk perbaikan ke depan. “Kita akan terus memberikan masukan yang diperlukan demi kebaikan bersama dan menjaga persatuan serta hak-hak rakyat,” pungkasnya.
(N/014)
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Is
NASIONAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah melarang pembukaan lahan dengan cara dibak
NASIONAL
BANDA ACEH Presiden Prabowo Subianto dikabarkan memberhentikan M. Nasir dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh. Pemberhent
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) Siti Ma&039rifah meminta Universitas Pertahan
PENDIDIKAN
JAKARTA Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai PDI Perjuangan (PDIP) berpeluang membangun poros alternatif jika Prabowo
POLITIK
JAKARTA Pengaduan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang selama enam bulan tak kunjung selesai akhirnya tuntas dalam waktu sekitar dua
NASIONAL
MOJOKERTO Kebakaran melanda bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timu
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Relawan kemanusiaan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanu
ENTERTAINMENT
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai praktik korupsi di sektor pendidikan bukan sekadar pelanggaran hukum. Lembaga antiras
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat 1,93 persen sepanjang perdagangan sepekan. IHSG ditutup pada level 6.525,690, naik
EKONOMI