Walkot Medan Buka Suara soal Polemik Gereja di Medan Amplas, Mediasi Masih Berjalan
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait polemik Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) Kristus Jawaban di Jalan
PERISTIWA
JAKARTA – Kubu calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin (AMIN), menyampaikan dugaan terkait manipulasi data algoritma di dalam sistem Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diduga telah diatur untuk memenangkan salah satu pasangan calon (paslon). Analisis kajian IT forensik yang dilakukan oleh Tim Pemenangan Nasional (Timnas) Anies-Muhaimin mengungkapkan indikasi kuat terhadap adanya manipulasi tersebut.
Menurut Anggota Tim Dewan Pakar Timnas Anies-Muhaimin, Bambang Widjojanto (BW), hasil analisis forensik terhadap server KPU menunjukkan adanya logaritma sistem yang diduga telah disetel untuk memenangkan paslon tertentu. Dengan adanya sistem ini, revisi data di satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) dapat berdampak pada data TPS lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa bukan hanya pencatatan angka suara yang terpengaruh, tetapi sistem secara keseluruhan yang telah diatur sedemikian rupa.
Bambang juga menyebutkan adanya indikasi kuat terhadap manipulasi data untuk meningkatkan perolehan suara secara otomatis di atas 50 persen. Hal ini diperkuat dengan temuan kecurangan yang terjadi di beberapa wilayah. Sebagai contoh, terdapat dugaan mark up perolehan suara pada formulir C1 di salah satu TPS di DKI Jakarta. Meskipun angka suara yang tercatat pada formulir C1 menunjukkan hasil yang berbeda, namun saat konversi data ke dalam Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap), jumlah suara paslon Prabowo-Gibran tiba-tiba meningkat secara signifikan.
Bambang menegaskan bahwa temuan ini bukan sekadar kesalahan penulisan, melainkan indikasi kuat terhadap adanya rekayasa dalam sistem IT KPU. Hal ini menunjukkan bahwa jika sistem tersebut tidak mengalami rekayasa tertentu, maka kesalahan semacam itu sulit terjadi.
Dugaan manipulasi data dalam sistem KPU menimbulkan kekhawatiran akan integritas dan kejujuran dalam pelaksanaan Pemilu 2024. Kubu Anies-Muhaimin menekankan pentingnya transparansi dan keadilan dalam proses pemilu, serta mendesak pihak terkait untuk menyelidiki dan menanggapi serius temuan tersebut demi menjaga demokrasi yang sehat dan akuntabel.
(FZ/011)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait polemik Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) Kristus Jawaban di Jalan
PERISTIWA
LABUHANBATU SELATAN Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu Selatan menetapkan seorang oknum anggota Polri berinisial Bripka YML sebagai t
HUKUM DAN KRIMINAL
BATANG Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) saat menghadiri acara akad massal rum
NASIONAL
BATANG Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Jaksa Agung ST Burhanuddin saat me
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution membantah tudingan bersikap arogan saat meninggalkan rapat paripurna DPRD Sumut beberapa wa
POLITIK
BATANG Presiden Prabowo Subianto meminta para kepala daerah tidak mengerahkan masyarakat untuk menyambut kunjungan kerjanya di berbagai
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus, meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian
NASIONAL
BANDA ACEH Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi II DPR RI bersama pemerintah daerah seIn
PEMERINTAHAN
JAKARTA Koordinator Masyarakat AntiKorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, meminta Polri tetap fokus mengusut dugaan korupsi dan tind
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melontarkan candaan saat menyapa Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayant
NASIONAL