Kapolri: Perpanjangan Masa Pensiun hingga 60 Tahun Jadi Hak Prerogatif Presiden
JAKARTA Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa ketentuan mengenai masa jabatan dan batas usia pensiun Kapolri hin
NASIONAL
JAKARTA- Maruarar Sirait, yang juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, menyampaikan pendapat terkait perbedaan basis dukungan antara pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) dan Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Rano), dalam Pilkada DKI Jakarta 2024. Ara, sapaan akrab Maruarar, menegaskan bahwa meskipun kedua pasangan ini mendapatkan dukungan dari berbagai tokoh penting, pada akhirnya masyarakat akan menjadi penentu kemenangan mereka.
Perbedaan Basis Dukungan Dalam wawancara pada Sabtu (23/11/2024), Ara menyoroti dua pasangan calon yang memiliki basis dukungan yang berbeda. “Pramono didukung PDIP, sementara Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) didukung oleh Prabowo, Jokowi, dan Gibran. Kira-kira, rakyat akan memilih siapa? Ya silakan memberikan pilihan,” ujarnya dengan tegas.
Selain itu, Maruarar juga menyinggung soal dukungan yang diberikan oleh Anies Baswedan kepada Pramono-Rano. Ia mengungkapkan adanya perbedaan latar belakang antara Anies dan PDIP, yang menjadi faktor penurunan survei pasangan Pramono-Rano dalam hasil survei terbaru. “Kenapa survei Anies tinggi tapi PDIP tidak mengusung Anies di Pilkada DKI? Itu karena grassroot PDIP beda dengan Anies. Dan terbukti, dukungan Anies malah menyebabkan survei Pramono turun,” lanjut Ara, merujuk pada hasil survei dari Indikator.
Kampanye Positif Maruarar mengajak semua pihak yang terlibat dalam Pemilihan Gubernur Jakarta 2024 untuk mengedepankan kampanye yang positif dan tidak menyebarkan isu-isu yang tidak berdasar. Ia menekankan pentingnya kampanye berbasis data dan fakta, agar masyarakat dapat membuat keputusan yang tepat tanpa terpengaruh oleh hoaks atau informasi negatif. “Jangan main isu negatif. Rakyat sudah tahu siapa yang mendukung siapa, dan mereka pasti akan menggunakan hak pilihnya dengan bijak,” tambah Ara.
Mantan Ketua Komisi VIII DPR itu juga menekankan pentingnya memberi kesempatan bagi masyarakat untuk memilih pemimpin yang tepat bagi Jakarta. “Masyarakat sudah pintar dan akan memilih pemimpin yang tepat, yang bisa membawa perubahan untuk Jakarta yang lebih baik,” ujarnya dengan optimis.
Dengan beberapa hari tersisa menuju pemilihan pada 27 November 2024, Maruarar berharap agar seluruh tim sukses dan pendukung dari masing-masing pasangan calon bisa menjaga kondusivitas dan menjadikan pesta demokrasi ini sebagai momen untuk memilih pemimpin yang bisa membawa Jakarta maju.
(JOHANSIRAIT)
JAKARTA Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa ketentuan mengenai masa jabatan dan batas usia pensiun Kapolri hin
NASIONAL
MEDAN Transformasi digital menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan res
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak seluruh pemerintah kota di Indonesia memperkuat kolaborasi untuk mendorong inves
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam memperkuat transformasi digital pemerintahan melalui sinergi denga
PEMERINTAHAN
LANGKAT 1 Juli 2026 Dugaan keterlambatan penyerahan surat undangan Bantuan Sosial (Bansos) kepada salah seorang warga Dusun III Desa P
PEMERINTAHAN
LANGKAT 1 Juli 2026 Dugaan keterlambatan penyerahan surat undangan Bantuan Sosial (Bansos) kepada salah seorang warga Dusun III Desa P
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal bahwa harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax berpotensi mengalami penurunan
EKONOMI
JAKARTA Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur mengizinkan media melakukan siaran langsung (live) pada sidang perdana Tifauzia Tyassuma al
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyiapkan santunan bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pe
NASIONAL
JAKARTA Komisi I DPR RI menyetujui dua Rancangan UndangUndang (RUU) tentang pengesahan kerja sama pertahanan antara Indonesia dengan Tu
POLITIK