Rico Waas Tinjau Pembangunan Trotoar Jalan Juanda dan Merak Jingga, Target Rampung Akhir 2026
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau pembangunan trotoar di Jalan Juanda dan Jalan Merak Jingga untuk meningkatkan ke
PEMERINTAHAN
MEDAN- Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Faisal Riza, menilai bahwa debat calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) tidak akan berpengaruh signifikan terhadap perubahan pilihan pemilih. Menurutnya, meskipun debat calon Gubernur memiliki pengaruh dalam meningkatkan elektabilitas calon, hal tersebut tidak akan mengubah keputusan mayoritas pemilih yang lebih cenderung pragmatis.
Riza mengatakan bahwa proporsi pemilih kritis yang menjadikan debat sebagai faktor utama dalam menentukan pilihan relatif kecil. “Debat memang berpengaruh dalam perkembangan putusan pemilih, tetapi tidak signifikan. Proporsi pemilih yang menjadikan debat sebagai rujukan dalam memilih tidak besar,” ujar Riza dalam keterangannya pada Rabu (13/11/2024).
Lebih lanjut, Riza menjelaskan bahwa karakter pemilih di Sumut masih didominasi oleh pendekatan pragmatis, di mana sebagian besar pemilih lebih memprioritaskan keuntungan praktis yang bisa mereka peroleh dari calon pemimpin, seperti bantuan sosial atau uang. “Pemilih di Sumut lebih besar pragmatismenya, yang memilih berdasarkan praktik transaksi, berdasarkan patron klien yang ada di desa-desa,” tambahnya.
Menurut Riza, politik transaksional ini menciptakan ketergantungan masyarakat terhadap tokoh elit lokal yang menawarkan bantuan, dan hal tersebut lebih berpengaruh daripada visi-misi calon yang disampaikan dalam debat. Masyarakat di tingkat desa, katanya, cenderung berharap akan mendapatkan bantuan atau uang dari pasangan calon Gubernur yang mereka pilih.
“Politik transaksional ini membuat masyarakat tidak lagi melihat sosok pemimpin, tetapi lebih kepada apa yang bisa mereka peroleh. Banyak yang berharap akan mendapatkan bansos atau bentuk money politics lainnya,” ujar Riza. Ia juga menambahkan bahwa faktor patron-klien—hubungan sosial, ekonomi, dan politik antara pemilih dengan tokoh elit desa—memainkan peran besar dalam menentukan pilihan.
Debat calon Gubernur Sumut ketiga yang akan berlangsung pada Rabu, 13 November 2024, menjadi kesempatan terakhir bagi pasangan calon untuk menyampaikan visi dan misi mereka kepada publik. Debat ini akan mengangkat tema besar tentang sinergitas kebijakan pembangunan daerah dengan subtema yang mencakup optimalisasi pendanaan daerah dan pemerataan pembangunan, serta penyediaan tenaga kerja profesional untuk mendukung kemajuan daerah.
Topik ini diharapkan dapat menjadi ajang bagi calon-calon gubernur untuk menunjukkan seberapa jauh mereka memahami masalah pembangunan di Sumut dan bagaimana mereka berencana mengelola sumber daya daerah guna mencapai pembangunan yang lebih merata. Namun, meskipun debat ini penting untuk menggambarkan arah kebijakan masing-masing calon, Riza berpendapat bahwa efeknya terhadap pemilih yang lebih pragmatis kemungkinan tetap terbatas.
Di samping itu, Riza juga mencatat adanya ketergantungan besar pada tokoh-tokoh lokal dalam menentukan pilihan, terutama di kalangan pemilih di desa-desa. “Transaksional berarti masyarakat menunggu bansos atau bentuk money politics lainnya. Patron klien merujuk pada tokoh elit desa yang mereka tergantung secara sosial, ekonomi, dan politik kepada tokoh tersebut,” jelasnya.
Riza menambahkan bahwa meskipun calon Gubernur berlomba-lomba menyampaikan ide dan visi mereka dalam debat, efek langsung dari debat tersebut terhadap pemilih di tingkat bawah, khususnya yang lebih bergantung pada kepentingan praktis, diperkirakan tidak akan terlalu besar.
Secara keseluruhan, Riza menyimpulkan bahwa debat calon Gubernur Sumut kali ini, meskipun penting sebagai ajang pertarungan ide, tidak akan mengubah banyak pilihan pemilih yang cenderung pragmatis. “Debat bisa memberikan informasi tambahan kepada pemilih yang kritis, tetapi bagi mayoritas pemilih, politik transaksional dan harapan akan bantuan praktis dari calon lebih dominan,” tegasnya.
Pemerhati politik ini juga mengingatkan bahwa untuk meraih dukungan yang lebih luas, calon Gubernur perlu lebih memperhatikan kebutuhan riil masyarakat, terutama yang bersifat ekonomi dan sosial, daripada hanya mengandalkan strategi komunikasi dalam debat.
(JOHANSIRAIT)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau pembangunan trotoar di Jalan Juanda dan Jalan Merak Jingga untuk meningkatkan ke
PEMERINTAHAN
ACEH BESAR Warga Ulee Kareng dan sekitarnya mengeluhkan kondisi Jalan T. Nyak Arief yang rusak parah dan dipenuhi lubang. Kerusakan jala
NASIONAL
LAMPUNG SELATAN TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama unsur keamanan pelabuhan menggagalkan dugaan pengiriman 4.364 cartridge liquid vape y
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Indonesia bersama negaranegara ASEAN memperkuat kerja sama pengembangan koperasi pertanian untuk mendukung swasembada pangan
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Pengamat politik Samuel F. Silaen mengkritik arah penyelenggaraan negara yang dinilainya perlu lebih berfokus pada penyelesaian p
NASIONAL
BANDA ACEH Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo membuka Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Logistik Polda Aceh Tahun Anggaran
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menerima audiensi Aliansi Kolektif Sipil (AKSI) yang mendesak DPR RI menggunaka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia, menyebut Pasal 18 ayat 3 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023 se
POLITIK
DELI SERDANG Warga mendukung penggerebekan sarang narkoba oleh tim gabungan Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan TNI di kawasan Pe
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) IV Partai Golka
PEMERINTAHAN