BREAKING NEWS
Minggu, 02 Agustus 2026

Menteri P2MI dan Gubernur Lampung Bentuk ‘Kelas Migran’ di Seluruh SMK, Target 30 Ribu PMI Profesional per Tahun

Adelia Syafitri - Kamis, 15 Mei 2025 22:02 WIB
Menteri P2MI dan Gubernur Lampung Bentuk ‘Kelas Migran’ di Seluruh SMK, Target 30 Ribu PMI Profesional per Tahun
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding didampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memberikan keterangan kepada awak media, di Bandarlampung, Kamis (15/5/2025).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDAR LAMPUNG -Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, bersama Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, sepakat membentuk Kelas Migran di seluruh SMA/SMK di Provinsi Lampung.

Program ini ditujukan untuk menyiapkan generasi muda sebagai pekerja migran profesional yang siap bersaing secara global.

Pengumuman ini disampaikan Menteri Karding usai pertemuan dengan Gubernur Lampung di Kantor Gubernur, Kamis (15/5).

Ia mengungkapkan bahwa Lampung merupakan salah satu daerah penyumbang tenaga migran terbesar di Indonesia, berada di peringkat kelima setelah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.

"Ada beberapa kantung PMI di Lampung, seperti di Lampung Timur, Pringsewu, Lampung Tengah, dan Lampung Selatan. Ini adalah potensi besar untuk mengurangi angka pengangguran dan mendorong terbentuknya PMI asal Lampung yang kompeten," ujar Karding.

Program Kelas Migran akan difokuskan di sekolah menengah kejuruan (SMK) dan dirancang untuk membekali lulusan dengan keterampilan dan kesiapan bekerja di luar negeri secara profesional.

"Kita ingin konsolidasikan potensi sekolah-sekolah ini untuk persiapan pengiriman PMI dalam jumlah besar. Dengan Kelas Migran di seluruh SMK, kita targetkan Lampung dapat mengirim 20.000 hingga 30.000 pekerja migran profesional per tahun," tambahnya.

Selain menciptakan sumber daya manusia yang unggul, program ini juga diyakini akan memperkuat ekonomi keluarga, desa, dan daerah.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru