BREAKING NEWS
Minggu, 28 Juni 2026

Wamen Stella Christie: Duplikasi dalam Riset Bukan Plagiarisme, Tapi Kolaborasi

Abyadi Siregar - Sabtu, 09 Agustus 2025 00:23 WIB
Wamen Stella Christie: Duplikasi dalam Riset Bukan Plagiarisme, Tapi Kolaborasi
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie. (foto: ditjenrisbang.ri/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDUNG – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menegaskan bahwa praktik duplikasi dalam dunia keilmuan dan riset bukanlah hal yang negatif.

Justru, menurutnya, hal tersebut bisa menjadi kunci penting dalam mempercepat lahirnya inovasi dan kemajuan ilmu pengetahuan.

Pernyataan tersebut disampaikan Stella dalam sambutannya pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 yang digelar di Sasana Budaya Ganesa, Bandung, pada Jumat (8/8/2025).

"Sebenarnya saya bisa bilang, mungkin duplikasi itu baik," ujar Stella.

Menurutnya, banyak negara maju seperti Amerika Serikat, Australia, Singapura, hingga China menghasilkan inovasi luar biasa di bidang sains bukan semata-mata karena kejeniusannya, tetapi karena budaya kolaborasi dan duplikasi riset yang mereka bangun secara konsisten.

"Para peneliti di negara-negara tersebut bekerja pada topik yang sama, tapi dari sudut pandang yang berbeda. Dari situ lahir banyak inovasi yang saling melengkapi," jelas Stella.

Ia menegaskan bahwa dalam dunia sains, kerja sama dan persaingan bukanlah hal yang bertentangan, melainkan saling mendukung.

Kolaborasi memungkinkan pertukaran ide yang sehat, sementara kompetisi mendorong peneliti untuk bekerja lebih maksimal dan terbuka dalam pengembangan ilmu.

"Anda berkolaborasi, terkadang juga berkompetisi. Kompetisi membantu. Karena tanpa sains terbuka dan kompetitif, kita tidak akan berkembang," imbuhnya.

Stella juga mendorong agar para peneliti di Indonesia tidak ragu mengambil topik yang sama dengan penelitian lain, selama pendekatannya berbeda dan memiliki keunikan tersendiri.

Konvensi KSTI 2025 ini menjadi salah satu forum penting dalam menyinergikan arah kebijakan sains dan teknologi nasional dengan kebutuhan industri, sekaligus mendorong budaya riset yang inklusif, terbuka, dan kolaboratif.*

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru