BREAKING NEWS
Rabu, 22 April 2026

Mulai November 2025, Kemendikdasmen Terapkan Tes Kemampuan Akademik untuk Siswa SMA/SMK

Raman Krisna - Rabu, 17 September 2025 15:12 WIB
Mulai November 2025, Kemendikdasmen Terapkan Tes Kemampuan Akademik untuk Siswa SMA/SMK
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat (foto: tvone)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
GARUT – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi akan memberlakukan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa SMA/SMK sederajat di seluruh Indonesia mulai November 2025.

Tes ini dirancang sebagai alat ukur kompetensi akademik sekaligus menjadi bahan evaluasi mutu pembelajaran di sekolah.

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, dalam acara Diseminasi Program TKA yang digelar di Pondok Pesantren Persis Tarogong, Garut, Jawa Barat, Rabu (17/9/2025).

Baca Juga:
"Mulai tahun ini, November, untuk tingkat SMA sederajat. Tapi TKA ini bukan syarat kelulusan. Kelulusan tetap ditentukan oleh sekolah," ujar Atip.

TKA Bukan Ujian Nasional

Atip menegaskan bahwa TKA bukan pengganti Ujian Nasional (UN) yang telah dihapus, melainkan sebagai alat bantu pemetaan kemampuan siswa secara nasional.

"Dengan TKA nanti ada nilai standar sehingga bisa menjadi alat perbaikan kualitas pembelajaran," jelasnya.

Kemendikdasmen menyiapkan dua skema pelaksanaan, yakni daring (online) dan luring (offline), agar bisa menjangkau lebih dari 4 juta siswa SMA/SMK di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil.

Manfaat TKA: Pemetaan & Portofolio Akademik

TKA memiliki beberapa manfaat strategis:

Memberikan gambaran kompetensi akademik tiap siswa

Menjadi dasar evaluasi mutu pembelajaran di sekolah

Dapat digunakan sebagai portofolio akademik untuk melamar kerja atau mendaftar ke perguruan tinggi

UN Hilang, Semangat Belajar Menurun

Menurut Ketua Umum Ikatan Pelajar Persis (IPP), Ferdiansyah, penerapan TKA sangat penting untuk mengembalikan motivasi belajar siswa yang menurun setelah dihapuskannya UN.

"Motivasi belajar siswa justru turun dari 70,60% ke 57,79%. Ini tantangan serius. TKA bisa mendorong semangat belajar lagi," ujar Ferdiansyah.

Ia juga menilai bahwa TKA akan melatih siswa berpikir kritis dan terbiasa menghadapi soal berpikir tingkat tinggi (HOTS), tanpa tekanan sebagaimana saat UN dulu.*

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru