BREAKING NEWS
Senin, 25 Mei 2026

Tangisan Siswa SDN Paya Baro Saat Sekolah Terancam Ditutup Pemkab Aceh Barat

Raman Krisna - Sabtu, 20 September 2025 22:56 WIB
Tangisan Siswa SDN Paya Baro Saat Sekolah Terancam Ditutup Pemkab Aceh Barat
Dua orang siswi menangis saat menyimak informasi penutupan sekolahnya di Sekolah Dasar Negeri Paya Baro, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (20/9/2025). (Foto: Syifa Yulinnas/Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
ACEH BARAT – Suasana haru menyelimuti Sekolah Dasar Negeri (SDN) Paya Baro, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, ketika para siswa dan siswi menangis histeris mendengar rencana pemerintah daerah untuk menutup sekolah mereka.

Ketakutan mereka bukan tanpa alasan, jika sekolah benar-benar ditutup, mereka harus menempuh jarak hingga lima kilometer ke sekolah terdekat, melewati medan berat berupa jalan berbatu, perkebunan sawit, dan kawasan hutan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat memang berencana menutup sedikitnya tujuh sekolah dasar, termasuk SDN Paya Baro, dengan alasan jumlah siswa tidak memenuhi standar nasional.

Baca Juga:
Saat ini, SDN Paya Baro hanya memiliki 24 murid aktif yang tersebar dari kelas 1 hingga kelas 6.

"Kami sangat berharap sekolah ini tidak ditutup. Anak-anak di sini sangat membutuhkan pendidikan," ujar Iyusmidar Arif, salah satu guru di SDN Paya Baro, Sabtu (20/9/2025).

Meskipun kondisi sekolah jauh dari ideal, semangat belajar para siswa tetap tinggi.

Sekolah ini hanya memiliki tiga ruang kelas, yang kemudian disekat menggunakan tripleks agar bisa digunakan menjadi enam kelas.

Rincian jumlah siswa saat ini adalah:

- Kelas 1: 8 siswa

- Kelas 2: 1 siswa

- Kelas 3: 2 siswa

- Kelas 4: 3 siswa

- Kelas 5: 5 siswa

- Kelas 6: 5 siswa

Sekolah ini juga masih memiliki 9 tenaga pengajar, enam di antaranya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan tiga lainnya guru honorer.

Warga Desa Paya Baro menyatakan kekhawatirannya bila anak-anak mereka dipindahkan ke sekolah lain.

Jarak yang jauh dan akses yang tidak memadai akan sangat menyulitkan, terutama bagi anak-anak usia dini.

"Harus jalan kaki melewati kebun dan hutan. Tidak semua orang tua bisa antar jemput setiap hari. Ini bukan sekadar soal belajar, tapi soal keselamatan anak-anak juga," kata salah satu orang tua murid.

Rencana penutupan sekolah-sekolah dengan jumlah murid minim merupakan bagian dari kebijakan rasionalisasi oleh pemerintah daerah.

Kebijakan ini merujuk pada aturan standar minimal jumlah siswa per sekolah agar efisiensi anggaran dan tenaga pengajar dapat tercapai.

Namun, sejumlah pemerhati pendidikan dan warga menyayangkan pendekatan ini yang dianggap mengabaikan kondisi geografis dan kebutuhan pendidikan dasar di daerah terpencil.

Guru dan masyarakat berharap agar pemerintah daerah meninjau ulang keputusan penutupan SDN Paya Baro, dan mempertimbangkan dampaknya terhadap masa depan anak-anak di wilayah tersebut.

"Ini bukan hanya soal angka, tapi soal hak dasar anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak tanpa harus mempertaruhkan keselamatan mereka," ujar Iyusmidar.

Hingga saat ini, belum ada keputusan final dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat terkait waktu pelaksanaan penutupan sekolah-sekolah tersebut.

Namun, keresahan dan ketakutan terus menghantui warga Desa Paya Baro yang mengandalkan sekolah ini sebagai satu-satunya tempat belajar bagi anak-anak mereka.*

(mt/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
211 Anggota DPR Tak Ungkap Latar Belakang Pendidikan, Perludem Soroti Minimnya Transparansi Pemilu
Presiden Prabowo Bagikan 330.000 Smart TV di Sekolah untuk Dukung Digitalisasi Pendidikan Nasional
Guru, Dosen, Nakes hingga TNI/Polri Dapat Kenaikan Gaji, Ini Rinciannya
569 Siswa Keracunan, Pemerintah Diminta Perbaiki Program Makan Bergizi Gratis
Bantuan untuk Penyandang Disabilitas Tersalurkan, Kades Bogak Fazzary Akbar SE Apresiasi Sinergi Pemkab Batu Bara
Mensos Janji Percepat Sekolah Rakyat dan Tambah Kuota PBI untuk Labuhanbatu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru