Satgas PRR Dorong Percepatan Penggunaan Dana TKD Rp1,6 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Aceh
BANDA ACEH Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong pemerintah kabupaten dan k
NASIONAL
ACEH BESAR — Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Baitul Arqam, Aceh Besar, menggelar Seminar Pembinaan dan Penguatan Penerapan Kurikulum Nasional (Kurnas) pada Rabu (1/10), bertempat di komplek Pesantren Baitul Arqam, Sibreh.
Kegiatan ini dihadiri para guru MTs dan MA serta menghadirkan dua pengawas madrasah, Rosyidah Lubis, S.Ag. dan Nur'aini, S.Ag., M.Ag., sebagai narasumber.
Seminar yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.30 WIB ini digelar sebagai bagian dari respons terhadap implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 450 Tahun 2024 tentang Penerapan Kurikulum Nasional di Madrasah.Baca Juga:
Kepala MTs Baitul Arqam, Radiana, S.Ag., dalam sambutannya menyatakan bahwa penerapan kurikulum baru ini merupakan momen penting untuk mengarahkan madrasah menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mencetak generasi berakhlak mulia.
"Semoga melalui kegiatan ini, guru-guru kita semakin siap dalam menerapkan kurikulum baru, sehingga peserta didik bukan hanya unggul dalam akademik, tetapi juga tumbuh dengan akhlak dan kepribadian yang baik," ujar Radiana.
Dalam pemaparannya, Rosyidah Lubis, S.Ag. menjelaskan bahwa Kurikulum Nasional bukan sekadar reformulasi teknis, tetapi sebuah langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.
Ia memperkenalkan pendekatan "kurikulum cinta" yang berakar pada nilai-nilai kasih sayang dan penghargaan terhadap sesama.
"Kurikulum cinta mengajarkan bahwa anak didik diperlakukan setara dan penuh penghargaan. Pendidikan karakter harus berangkat dari cinta: kepada Tuhan, sesama manusia, hewan, tumbuhan, dan alam semesta," jelas Rosyidah.
Ia juga menekankan pentingnya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil 'Alamin (P5RA) dalam struktur Kurnas, yang dirancang untuk membentuk siswa berkarakter kuat, berlandaskan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Rosyidah menambahkan bahwa madrasah perlu membuka ruang kemitraan yang lebih luas dalam pembelajaran.
"Orang tua, alumni, dan lembaga eksternal bisa dilibatkan dalam proyek pembelajaran, misalnya dalam peringatan Hari Ibu, Hari Ayah, atau kegiatan sosial lainnya," tambahnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para guru yang hadir.
BANDA ACEH Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong pemerintah kabupaten dan k
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., meninjau langsung kondisi rumah dinas anggota Polri yang mengalam
PERISTIWA
MAKASSAR Kementerian Hukum Republik Indonesia memastikan langkah transformasi digital untuk meningkatkan kepastian hukum bagi dunia usah
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad berharap pemisahan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari anggaran pend
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp20,5 triliun untuk membantu 490 pemerintah daerah (Pemda) yang mengalami kesulitan fisk
EKONOMI
BATU BARA Sejumlah pengusaha dan dokter di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mengaku menjadi korban dugaan pemerasan yang dilakukan o
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati kembali mendapat kepercayaan di tingkat internasional. Bank Dunia menunj
EKONOMI
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara mengenai isu adanya surat presiden (Surpres) terkait calon pengganti dirinya
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menanggapi polemik komentar seorang dokter terhadap unggahan pasien BPJS Kesehatan di media sos
KESEHATAN
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI, Febrie Adriansyah, resmi mengajukan gugatan prapera
HUKUM DAN KRIMINAL