Aipda Yudhie Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba, DPR Minta Pelaku Diburu hingga Tuntas
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bertindak tegas terhadap seluruh pela
NASIONAL
JAKARTA – Pemerintah resmi mengumumkan pembatasan kuota penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk tahun 2025 dan 2026.
Langkah ini diambil guna menyesuaikan anggaran yang ada sekaligus mengarahkan beasiswa agar lebih fokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).
Pelaksana Tugas Direktur Utama LPDP, Sudarto, menjelaskan, pada 2025 jumlah pendaftar beasiswa LPDP mencapai 78.000 orang, namun yang dapat diterima hanya sekitar 4.000 awardee.Baca Juga:
"Seiring peningkatan pendaftar yang sangat tajam, kami terpaksa membatasi jumlah penerima agar pengelolaan dana dapat berjalan berkelanjutan," ujar Sudarto, Rabu (17/9).
Data historis menunjukkan tren peningkatan pendaftar, dari 33.396 orang pada 2023 dengan 9.358 orang lolos, menjadi 52.842 pendaftar pada 2024 dengan penerimaan menurun menjadi 8.592 orang.
Tahun ini, hingga akhir Agustus, pendaftar sudah mencapai 78.588 orang, dengan seleksi tahap pertama telah menghasilkan 1.492 orang yang lolos.
Pembatasan kuota ini bukan tanpa alasan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella Christie menegaskan, kebijakan ini bertujuan agar program beasiswa LPDP lebih terfokus pada bidang yang menjadi kebutuhan strategis nasional, khususnya STEM.
"Membatasi bukan berarti mengurangi, tapi menstrategiskan agar dana yang terbatas dapat digunakan secara efektif," ujarnya, Jumat (26/9).
Senada dengan itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa 80 persen kuota beasiswa LPDP akan dialokasikan untuk bidang STEM yang dibagi menjadi riset fundamental dan terapan.
"Sisanya akan mendukung pengembangan industrialisasi nasional," tambah Brian dalam pernyataannya, Senin (28/7).
Transformasi kebijakan ini juga dirancang agar beasiswa LPDP tidak hanya berfungsi sebagai akses pendidikan tinggi, tetapi menjadi instrumen penggerak pembangunan industri strategis nasional.
Brian mengusulkan lima pilar utama dalam reformulasi skema beasiswa berdasarkan Resource Orchestration Theory (ROT), meliputi penyesuaian bidang studi dengan industri prioritas, peningkatan penerima beasiswa dari perguruan tinggi kelas dunia, pengalokasian tematik, sinergi lulusan, dan pemanfaatan alumni untuk kontribusi ekonomi nasional hingga 2045.
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mendesak Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bertindak tegas terhadap seluruh pela
NASIONAL
JAKARTA Meta angkat bicara terkait kekhawatiran pemerintah India mengenai fitur username WhatsApp yang dinilai berpotensi meningkatkan ri
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam pada perdagangan Minggu (5/7/2026) terpantau tidak mengalami peruba
EKONOMI
JAKARTA Kylian Mbappe kembali menunjukkan ketajamannya di Piala Dunia 2026. Penyerang andalan Prancis itu kini menyamai koleksi gol Lione
OLAHRAGA
JAKARTA Polemik antara PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali memanas. Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menilai
POLITIK
JAKARTA Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Golkar Ahmad Irawan menyoroti kembali terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pembe
POLITIK
LANGKAT Kabupaten Langkat kembali menjadi sorotan nasional setelah dua bupati secara berturutturut terjerat operasi tangkap tangan (OTT)
HUKUM DAN KRIMINAL
HOUSTON Timnas Maroko memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kanada dengan skor telak 30 pada l
OLAHRAGA
PHILADELPHIA Timnas Perancis memastikan tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Paraguay dengan skor tipis 10 pa
OLAHRAGA
MEDAN Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tahap II di Kota Medan, Sumatera Utara, telah rampung 100 persen pada awal Juli 2026. Fasil
PENDIDIKAN