Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Kami siap bersinergi karena ini bagian dari hilirisasi hasil alam Bangka Belitung. Jangan sampai kita hanya sebagai penonton, tapi harus mampu mengolah sumber daya alam menjadi lebih baik lagi," tegas Harry.
Harry juga menyoroti potensi mineral ikutan dari pertambangan timah, seperti zirkon dan monasit, yang selama ini belum dikelola secara maksimal.
"Produk turunan timah ini merupakan kekayaan alam Bangka Belitung yang harus dikelola dengan baik agar berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Saat ini, harga timah batangan di bursa London Metal Exchange (LME) tercatat sebesar 35.037 dolar AS per ton.
Dengan adanya hilirisasi dan pusat riset ini, diharapkan Indonesia dapat mengoptimalkan potensi mineral ikutan tersebut sebagai sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan.*
(km/a008)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.