BREAKING NEWS
Kamis, 05 Maret 2026

Menteri HAM Natalius Pigai: Bullying Sudah Jadi Budaya Buruk di Indonesia

- Jumat, 24 Oktober 2025 16:46 WIB
Menteri HAM Natalius Pigai: Bullying Sudah Jadi Budaya Buruk di Indonesia
Menteri HAM Natalius Pigai (Foto: ANTARA/Fath Putra Mulya)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DENPASAR— Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menyoroti maraknya kasus perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan setelah kematian tragis Timothy Anugerah Saputra (22), mahasiswa Jurusan Sosiologi Universitas Udayana, yang diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan psikologis.

Pigai menilai, kasus perundungan seperti yang diduga dialami Timothy bukanlah hal baru. Fenomena ini, kata dia, telah menjalar di berbagai jenjang pendidikan hingga ke masyarakat umum.


"Bullying ini terjadi di mana-mana. Mulai dari SD ada bullying, SMP ada bullying juga, SMA ada tindakan bullying. Universitas ada tindakan bullying. Masyarakat umum juga ada tindakan bullying," ujar Pigai saat memberikan keterangan di Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Jalan Sudirman, Kota Denpasar, Jumat (24/10).

Baca Juga:

Menurutnya, setiap lembaga pendidikan, khususnya universitas, memiliki tanggung jawab besar dalam mencegah dan menindaklanjuti kasus kekerasan di lingkungan kampus.

Ia mendesak seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk tidak bersikap pasif, melainkan aktif dalam menerapkan sistem pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan.

Pigai juga menegaskan pentingnya penerapan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Penanganan Kasus Kekerasan di Perguruan Tinggi, agar kebijakan tersebut tidak hanya berhenti di atas kertas.

"Jadi jangan hanya setelah keluar penerapan kemudian diam. Harus terus diawasi, dilakukan pembinaan, penerapan, diskusi, dialog, pemantauan, dan evaluasi, sehingga kita bisa meminimalisir tindakan bullying yang terjadi," tegasnya.

Sebelumnya, mahasiswa Universitas Udayana, Timothy Anugerah Saputra, ditemukan tewas setelah diduga melompat dari lantai 4 Gedung FISIP pada Rabu (15/10).

Pihak kampus dan kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, namun dugaan sementara mengarah pada tekanan akibat tindakan perundungan yang dialaminya.

Kematian Timothy memicu keprihatinan publik sekaligus membuka kembali diskusi nasional soal kegagalan sistem pencegahan bullying di lingkungan pendidikan tinggi.

Pemerintah kini diminta untuk memperkuat langkah nyata dalam mencegah tragedi serupa terulang di masa depan.*

(kp/M/006)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru