Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDUNG – Mantan narapidana terorisme sekaligus eks anggota Negara Islam Indonesia (NII), Roki Apris Dianto, memberikan peringatan soal ancaman radikalisme yang menyasar pelajar.
Hal itu ia sampaikan dalam sebuah forum Focus Group Discussion (FGD) pada Rabu, 3 Desember 2025.
Roki menilai potensi radikalisasi terhadap anak masih tinggi dan perlu menjadi perhatian serius.Baca Juga:
Ia menyinggung kembali kasus ledakan bom di SMAN 72, yang menurutnya menjadi indikator bahwa kelompok radikal masih mencoba menembus lingkungan sekolah.
"Ketika saya masih berada di lingkaran radikal, kelompok kami memang menjadikan anak usia sekolah sebagai sasaran rekrutmen," ujar Roki. Ia menjelaskan bahwa karakter anak yang mudah percaya dan tulus membuat mereka rentan terhadap doktrin dan manipulasi.
Roki menekankan bahwa lingkungan pergaulan memegang peran vital dalam membentuk cara pandang anak.
Lingkungan yang sehat, katanya, akan mendorong anak mengakses konten positif di internet, sementara lingkungan buruk dapat menyeret mereka ke paparan ekstrem di media sosial. Karena itu, ia menilai peran orang tua sebagai pengawas pergaulan sangat penting.
Ia juga menyoroti temuan terkait tulisan tertentu pada senjata pelaku dalam insiden SMAN 72.
Menurutnya, pola itu menunjukkan adanya upaya penyebaran ajaran terselubung yang masih berkembang dan berpotensi terkait pola penyamaran yang dulu digunakan jaringan NII.
"Terorisme itu seperti ketapel dan tsunami—tidak terdeteksi, tapi ketika muncul dampaknya sangat besar," kata Roki.
Menutup pemaparannya, Roki menyampaikan pesan moral dengan mengutip ajaran Sultan Agung Hanyokrokusumo: "Mangasah mingising budi memasuh malaning bumi."
Ia menafsirkannya sebagai ajakan untuk mengasah budi pekerti guna membasuh malapetaka di bumi.*
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK