Program Makan Bergizi Gratis di SD Negeri 02 Desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menuai sorotan dari orang tua siswa. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
BATUBARA – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 02 Desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menuai sorotan dari orang tua siswa.
Program yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diduga tidak dijalankan sesuai dengan ketentuan menu yang telah ditetapkan.
Seorang orang tua murid merekam menu MBG yang dibawa pulang anaknya dan memperlihatkan isi paket makanan tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat menu hanya terdiri dari satu kotak susu kecil merek Frisian Flag, satu buah salak, serta satu bungkus kerupuk. Perkiraan nilai menu tersebut sekitar Rp6.000.
Padahal, berdasarkan arahan Presiden untuk program MBG, menu anak sekolah dianjurkan memiliki komposisi gizi seimbang yang mencakup karbohidrat (misalnya nasi), protein hewani (ayam, telur, atau ikan), protein nabati (tempe atau tahu), sayuran, buah, dan susu.
Anggaran yang diestimasi berkisar antara Rp10.000 hingga Rp12.000 per anak per hari.
Kekecewaan disampaikan salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.
"Apa ini menu MBG di SD 02 Desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara? Kok segini saja? Apa mau banyak ambil untung mereka?!" ucapnya dengan nada kesal.
Ia juga menyampaikan harapan langsung kepada Presiden agar program ini dievaluasi secara menyeluruh.
"Kok begini ya Pak Presiden menu MBG-nya? Menurut saya lebih baik program ini dihentikan kalau seperti ini. Saya menilai ada oknum yang menggunakan kesempatan ini untuk mencari keuntungan. Program bagus tapi bisa membuka peluang korupsi kalau tidak diawasi ketat. Contohnya, menu anak saya hanya susu sekotak, salak satu, dan kerupuk," tutupnya.
Program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, mencegah stunting, serta mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar siswa.