BATUBARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 02 Desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, kembali menuai sorotan tajam.
Pada hari Rabu (4/3/2026), para orang tua murid mempertanyakan kualitas serta nilai kelayakan menu yang dibagikan kepada siswa.
Sorotan ini bukan tanpa alasan. Dari pantauan dan keterangan sejumlah wali murid, menu yang diterima anak-anak dinilai jauh dari standar kelayakan gizi.
Bahkan secara kasat mata, total makanan tersebut diperkirakan hanya berkisar sekitar Rp7.000 per porsi. Angka ini memicu kecurigaan adanya dugaan mark-up anggaran atau ketidaksesuaian dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Yang menjadi perhatian serius, kejadian ini disebut bukan kali pertama terjadi. Beberapa hari sebelumnya, polemik serupa juga sempat mencuat, namun diduga tidak ada evaluasi tegas maupun tindakan nyata terhadap penyelenggara.
"Sudah pernah ramai sebelumnya, tapi seperti tidak ada efek jera. Sekarang terulang lagi," ujar salah seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Minimnya pengawasan di wilayah Kecamatan Tanjung Tiram pun dipertanyakan.
Jika benar nilai menu tidak sebanding dengan alokasi anggaran yang semestinya, hal ini berpotensi merugikan hak siswa sebagai penerima manfaat program.
Program MBG sejatinya dirancang untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah dan mencegah masalah kekurangan nutrisi.
Namun, apabila pelaksanaannya terkesan asal-asalan dan tidak sesuai standar, tujuan mulia program tersebut bisa tercoreng.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah dan penyedia MBG belum memberikan klarifikasi resmi terkait menu yang dipersoalkan.
Publik kini menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah, dinas terkait, maupun aparat pengawas untuk melakukan audit dan evaluasi menyeluruh.