Senam Bersama di Banda Aceh, Sekda M. Nasir Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
BANDA ACEH – Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Dr. Iskandar Muda Hasibuan, menilai persoalan utama pendidikan di Indonesia saat ini tidak terletak pada banyaknya kebijakan atau regulasi yang dibuat, melainkan pada kualitas pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas.
Pandangan tersebut disampaikan Iskandar dalam kegiatan konsolidasi Sekolah Muhammadiyah menuju Pusat Keunggulan yang diikuti kepala TK/PAUD, MI, SMP, SMA serta pengurus Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Aceh Tengah dan Bener Meriah di Takengon.
Menurut Iskandar, berbagai diskusi mengenai pendidikan selama ini lebih banyak berfokus pada kurikulum, anggaran, sarana prasarana, hingga perubahan kebijakan.Baca Juga:
Padahal, kata dia, inti dari seluruh proses pendidikan sesungguhnya berada pada interaksi antara guru dan peserta didik di dalam kelas.
"Masalah pendidikan kita sesungguhnya berada di ruang kelas, bukan di ruang rapat. Pendidikan hidup atau mati di sana. Mutu pendidikan lahir dari kualitas pembelajaran yang berlangsung setiap hari antara guru dan murid," ujar Iskandar dalam keterangannya di Banda Aceh, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, berbagai penelitian pendidikan internasional menunjukkan bahwa faktor paling berpengaruh terhadap hasil belajar siswa adalah kualitas pengajaran yang diberikan guru di ruang kelas.
Karena itu, sekolah yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan atau lengkapnya fasilitas, melainkan oleh pengalaman belajar yang diperoleh siswa setiap hari.
Menurut Iskandar, tantangan pendidikan saat ini bukan lagi semata soal akses, melainkan bagaimana menghadirkan pembelajaran yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Ia menyoroti masih adanya praktik pembelajaran yang terlalu berpusat pada guru, minim dialog, serta lebih menekankan hafalan dibandingkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
"Masih banyak ruang kelas yang kurang memberi ruang bagi peserta didik untuk bertanya, berdiskusi, mengeksplorasi gagasan, dan membangun pemahaman secara aktif. Padahal, ruang kelas harus menjadi laboratorium kehidupan tempat karakter, kreativitas, dan nalar dikembangkan," katanya.
Iskandar menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai penggerak proses pembelajaran.
Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi inspirator yang membangun budaya belajar dan menumbuhkan semangat siswa untuk berkembang.
Karena itu, ia mendorong agar reformasi pendidikan diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi pedagogik guru, supervisi akademik yang efektif, serta pengembangan komunitas belajar di lingkungan sekolah.
Selain itu, Iskandar mengingatkan agar ukuran keberhasilan pendidikan tidak hanya didasarkan pada capaian administratif seperti akreditasi atau angka kelulusan.
Menurutnya, indikator yang lebih penting adalah sejauh mana peserta didik benar-benar mengalami proses belajar yang bermakna.
"Pertanyaan yang harus kita jawab adalah apakah anak-anak benar-benar belajar dengan baik di kelas, apakah mereka merasa aman, dihargai, tertantang untuk berpikir, dan mendapatkan pendampingan yang memadai dari gurunya," ujarnya.
Ia meyakini perubahan besar dalam dunia pendidikan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di ruang kelas.
Sebuah kelas yang hidup, guru yang reflektif, dan sekolah yang fokus pada mutu pembelajaran dapat menjadi titik awal transformasi pendidikan yang lebih luas.
"Jika ruang kelas berubah, sekolah akan berubah. Jika sekolah berubah, maka pendidikan juga akan berubah. Masa depan pendidikan kita pada akhirnya ditentukan di ruang kelas, bukan di ruang rapat," kata Iskandar.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa perbaikan pendidikan tidak hanya membutuhkan kebijakan yang baik, tetapi juga komitmen untuk memastikan proses belajar mengajar berlangsung efektif, berkualitas, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.*
(ad)
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
JAKARTA Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong semakin tingginya kebutuhan tenaga ahli di
PENDIDIKAN
SIBOLGA Kebakaran hebat melanda Pasar Sibolga Nauli, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Api yang membakar kaw
PERISTIWA
MEDAN Polres Samosir mengamankan dua personelnya yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu. Kedua ang
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah Brigade Kartini AMPI (DPD BKA) Kota Binjai terus menjalankan kegiatan sosial melalui program Jumat Berkah.
NASIONAL
BATU BARA Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara mengungkap dugaan peredaran narkotika golongan II jenis Etomidate atau yang dikenal se
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PTPN I Regional 1 mengungkap dugaan aktivitas penambangan galian C ilegal yang diduga berkedok program cetak sawah di areal Hak Gu
PERISTIWA
MEDAN Kepolisian menutup sementara operasional pasar malam yang berada di Jalan Perhubungan Simpang Beo, Desa Lau Dendang, Kecamatan Per
PERISTIWA
SAMOSIR Dua anggota Polres Samosir diamankan setelah diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Keduanya merupakan Aipda ES d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai aktivitas politik Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi)
POLITIK