BREAKING NEWS
Jumat, 03 Juli 2026

Ramai Isu 60 Ribu Mahasiswa Gagal Kuliah karena Tak Daftar Ulang, Ini Penjelasan Menteri Brian Yuliarto

Johan - Jumat, 03 Juli 2026 11:21 WIB
Ramai Isu 60 Ribu Mahasiswa Gagal Kuliah karena Tak Daftar Ulang, Ini Penjelasan Menteri Brian Yuliarto
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. (foto: Zakiyuddin Harahap/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Berdasarkan analisis Panitia SNPMB, terdapat beberapa alasan yang menyebabkan peserta tidak melakukan daftar ulang.

Di antaranya karena diterima pada program studi yang bukan pilihan utama sehingga memilih mengikuti jalur seleksi lain, diterima di perguruan tinggi kedinasan atau perguruan tinggi milik kementerian/lembaga lain, hingga berbagai pertimbangan pribadi dan keluarga.

Selain itu, terdapat pula peserta yang mendaftar sebagai calon penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah namun setelah proses verifikasi dinyatakan belum memenuhi syarat atau hanya memperoleh skema bantuan parsial sehingga masih membutuhkan dukungan biaya hidup dari keluarga.

"Kemdiktisaintek menegaskan bahwa proses verifikasi KIP Kuliah dilakukan untuk menjaga prinsip ketepatan sasaran sehingga bantuan pemerintah diberikan kepada calon mahasiswa yang benar-benar berasal dari keluarga yang paling membutuhkan," ucap Brian.

Brian menegaskan sebagian besar angka yang ramai dibahas publik sebenarnya berasal dari daya tampung yang memang sejak awal tidak terisi karena perguruan tinggi menjaga kualitas akademik.

Sementara itu, jumlah peserta yang tidak melakukan registrasi ulang hanya mencapai 17.816 orang atau sekitar 2,8 persen dari total peserta yang diterima.

Sebaliknya, sebanyak 97,2 persen peserta yang dinyatakan lolos justru melanjutkan registrasi dan resmi menjadi mahasiswa baru.

Menurut Brian, data tersebut menunjukkan mayoritas calon mahasiswa memanfaatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

"Pendidikan tinggi harus dapat diakses oleh semakin banyak putra-putri Indonesia, namun pada saat yang sama kualitas akademik juga harus tetap terjaga. Karena itu, kami terus memperkuat berbagai skema afirmasi, bantuan pendidikan, sistem UKT yang berkeadilan, serta penyempurnaan sistem penerimaan mahasiswa agar semakin inklusif, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan bangsa," tutur Brian Yuliarto.* (vo/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Forum Komdigi APEKSI XVIII: Media Sosial Pemda Harus Berbasis Data, Bukan Sekadar Publikasi Seremonial
Prabowo dan Presiden Belarus Luncurkan Road Map Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026-2030, Begini Isinya
Kemenkomdigi Siap Dampingi Pemda Percepat Transformasi Digital, Fokus Integrasi Data dan AI di Forum Komdigi APEKSI 2026
Forum Komdigi APEKSI XVIII Bahas Transformasi Digital, Rico Waas: Pemerintah Harus Cepat dan Adaptif
Kades Bogak Fazzary Akbar Tanjung Ajak Warga Sukseskan Gerakan Cerdas Tanpa Putus Sekolah, Bimbingan Belajar Gratis Disiapkan untuk Anak-anak Desa
KPK Tetapkan Bupati Kuansing Suhardiman Amby Tersangka Dugaan Suap Jabatan Sekda
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Kapolri: Reformasi Polri Bukan Beban

Kapolri: Reformasi Polri Bukan Beban

JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa reformasi di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia bukanlah sebuah beb

HUKUM DAN KRIMINAL