Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BANDA ACEH – Hari pertama masuk sekolah sering kali identik dengan seragam baru, buku pelajaran yang masih rapi, serta suasana kelas dengan berbagai fasilitas pendukung.
Namun, kondisi berbeda dirasakan oleh anak-anak yang bersekolah di wilayah pedalaman.
Meski menghadapi keterbatasan fasilitas dan kondisi ekonomi, semangat para siswa untuk memulai tahun ajaran baru tetap tumbuh.
Baca Juga:
Mereka datang ke sekolah membawa harapan dan keinginan untuk terus belajar.
Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pendidikan Non Formal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh, Dr. Iskandar Muda Hasibuan, kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa, 14 Juli 2026.

Menurut pria yang akrab disapa Pak Is itu, hari pertama sekolah di wilayah pedalaman bukan sekadar mengejar pencapaian akademik secara cepat, melainkan menjadi momentum untuk membangun ketahanan mental, rasa percaya diri, dan motivasi belajar siswa.
"Hari pertama sekolah bukanlah tentang kemegahan gedung atau barunya seragam, melainkan tentang menyalakan lilin harapan di dalam jiwa setiap anak," kata Iskandar Muda Hasibuan.
Ia menjelaskan, bagi anak-anak di daerah dengan fasilitas pendidikan terbatas, membangun rasa aman dan nyaman secara psikologis menjadi langkah penting sebelum proses pembelajaran dimulai.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara mengenai buku, angka, dan pelajaran, tetapi juga bagaimana membuat anak merasa dihargai, memiliki kemampuan, serta yakin terhadap masa depannya.
"Di tengah segala keterbatasan fasilitas yang ada di pedalaman ini, kita berdiri di sebuah ruang di mana potensi tanpa batas siap dipupuk," ujarnya.
Berbeda dengan kegiatan orientasi siswa baru yang biasanya dilakukan secara formal, sekolah-sekolah di pedalaman mulai menerapkan pendekatan yang lebih sederhana namun memiliki dampak besar bagi perkembangan psikologis anak.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.