BREAKING NEWS
Jumat, 17 Juli 2026

Kominfo Medan Ajak Mahasiswa Bijak Gunakan AI, Jangan Sampai Teknologi Bikin Malas Berpikir

Abyadi Siregar - Jumat, 17 Juli 2026 21:12 WIB
Kominfo Medan Ajak Mahasiswa Bijak Gunakan AI, Jangan Sampai Teknologi Bikin Malas Berpikir
Sekretaris Dinas Kominfo Kota Medan, Budi Hariono, mewakili Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane saat membuka Seminar Riset Literasi AI yang diselenggarakan PC IMM Kota Medan di Aula Dinas Kominfo Kota Medan, Jalan Sidorukun, Jumat (17/7/2026).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Medan mengajak mahasiswa memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan secara bijak. Mahasiswa diingatkan agar AI menjadi alat pendukung produktivitas dan pembelajaran, bukan justru membuat penggunanya bergantung hingga kehilangan kemampuan berpikir kritis.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Kominfo Kota Medan, Budi Hariono, mewakili Kepala Dinas Kominfo Kota Medan Arrahmaan Pane saat membuka Seminar Riset Literasi Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Medan di Aula Dinas Kominfo Kota Medan, Jalan Sidorukun, Jumat (17/7/2026).

Dalam sambutannya, Budi mengenang perkembangan teknologi yang dialaminya sejak masih duduk di bangku kuliah pada 1995-1996. Saat itu, kata dia, proses belajar mengetik masih menggunakan mesin ketik manual sebelum kemudian beralih ke komputer dengan sistem operasi DOS hingga akhirnya memasuki era kecerdasan buatan seperti sekarang.

Baca Juga:

"Dulu waktu saya kuliah tahun '95 atau '96, kami belajar mengetik sepuluh jari menggunakan mesin tik. Setelah itu masuk era komputer dengan DOS, kemudian berkembang ke disket, CD, hingga sekarang sudah memasuki era AI," ujarnya.

Budi mengaku saat ini dirinya juga memanfaatkan teknologi AI dalam mendukung pekerjaan sehari-hari, mulai dari penyusunan dokumen hingga kebutuhan administrasi. Namun menurutnya, kemudahan yang ditawarkan AI harus disikapi secara bijak agar tidak membuat pengguna menjadi malas berpikir.

Ia mencontohkan saat ini berbagai kebutuhan seperti penyusunan pidato maupun pembuatan dokumen dapat dilakukan hanya dengan beberapa perintah melalui aplikasi AI. Meski demikian, kemampuan berpikir dan kreativitas tetap harus menjadi kemampuan utama yang dimiliki setiap individu.

"Kemudahan yang diberikan AI jangan sampai membuat kita berhenti berkembang. Jadikan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan kemampuan, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir," katanya.

Sementara itu, Sekretaris PC IMM Kota Medan, Achmad Navish Isnaini, mengatakan seminar tersebut bertujuan meningkatkan literasi digital mahasiswa agar mampu memanfaatkan AI secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan kini sudah menjadi bagian dari dunia akademik, terutama dalam mendukung proses belajar, penelitian, hingga penyusunan berbagai tugas perkuliahan.

Meski demikian, Navish menegaskan AI tidak boleh mengurangi kualitas intelektual mahasiswa. Teknologi tersebut harus dimanfaatkan sebagai alat pendukung produktivitas, bukan dijadikan pengganti proses berpikir dan analisis.

"AI harus dijadikan alat pendukung untuk membantu kebutuhan riset dan aktivitas sehari-hari, bukan menggantikan kemampuan berpikir manusia," ujarnya didampingi Ketua Panitia Seminar, Sutan Raja Hendi Firmansyah.

Seminar Literasi AI tersebut menghadirkan narasumber Kaprodi Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Mahardika Abdi Prawira Tanjung, serta Muhammad Fattah dari Dinas Kominfo Kota Medan.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Demo Mahasiswa di Patung Kuda, Tiga Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran Disuarakan
DWP Kominfo Sumut Ajak Masyarakat Kunjungi PRSU 2026, Sebut UMKM dan Paviliun Daerah Semakin Berkualitas
Hadapi Era Konvergensi Digital, Diskominfo Sumut Dorong Tata Kelola Penyiaran Adaptif
Diinterupsi Mahasiswa USU, Mentan Amran Pilih Berdialog dan Jawab Kritik dengan Data
Curhat Mahasiswa Penjual Mochi Berbuah Beasiswa, Mentan Amran Langsung Respons Dugaan Pupuk Mahal
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Fadly Abdina Beri Orasi Ilmiah di Yudisium Fakultas Pertanian UNA 2026, Dorong Lulusan Siap Hadapi Dunia Kerja
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru