BREAKING NEWS
Kamis, 15 Oktober 2026

Bukan Sekadar Luas, Ini 5 Alasan Utama Kalimantan Dijuluki Paru-Paru Dunia dan Benteng Iklim Bumi

Dharma - Selasa, 13 Oktober 2026 13:31 WIB
Bukan Sekadar Luas, Ini 5 Alasan Utama Kalimantan Dijuluki Paru-Paru Dunia dan Benteng Iklim Bumi
Ilustrasi Pulau Kalimantan (Foto: AI-generated)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Sebaliknya, penebangan dan kebakaran hutan dapat melepaskan karbon yang tersimpan ke atmosfer sekaligus mengurangi kemampuan ekosistem menyerap karbon pada masa mendatang.

Oleh karena itu, menjaga tutupan hutan Kalimantan menjadi salah satu langkah penting dalam melindungi keseimbangan iklim.

3. Memiliki Lahan Gambut yang Kaya Karbon

Selain hutan hujan tropis, Kalimantan memiliki ekosistem lahan gambut yang menyimpan karbon dalam jumlah besar.

Lahan gambut terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang mengalami penguraian secara lambat dalam kondisi basah dan minim oksigen. Proses yang berlangsung dalam waktu panjang tersebut membentuk lapisan bahan organik yang dapat menyimpan karbon selama ratusan hingga ribuan tahun.

Namun, ekosistem gambut rentan mengalami kerusakan ketika dikeringkan atau dialihfungsikan untuk berbagai kegiatan manusia.

Lahan gambut yang mengering lebih mudah terbakar. Kebakaran di kawasan ini juga dapat menjalar di bawah permukaan tanah sehingga sulit dipadamkan dan menghasilkan asap dalam jumlah besar.

Kerusakan gambut tidak hanya mengancam penyimpanan karbon, tetapi juga dapat memperburuk kualitas udara dan merusak habitat satwa. Karena itu, pengelolaan air serta pencegahan kebakaran menjadi bagian penting dari upaya menjaga kelestarian gambut di Kalimantan.

4. Menjadi Habitat Berbagai Satwa Langka

Kalimantan juga dikenal sebagai habitat beragam flora dan fauna, termasuk satwa yang menghadapi ancaman akibat kehilangan tempat hidup.

Salah satu satwa ikonik di pulau ini adalah orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Primata tersebut hidup di hutan tropis dan membantu penyebaran biji melalui aktivitas makannya. Peran ini mendukung regenerasi tumbuhan dan keberlangsungan ekosistem hutan.

Selain orangutan, Kalimantan menjadi habitat bekantan, beruang madu, burung enggang, serta berbagai jenis tumbuhan endemik.

Keberadaan satwa tersebut sangat bergantung pada kelestarian hutan. Penebangan, pertambangan, kebakaran, dan perluasan perkebunan dapat memecah habitat sehingga satwa kehilangan tempat mencari makan dan berkembang biak.

Dengan demikian, menjaga hutan Kalimantan tidak hanya berarti mempertahankan tutupan pepohonan, tetapi juga melindungi keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru