BREAKING NEWS
Selasa, 20 Oktober 2026

Ketua Ombudsman RI dan Jaksa Agung Yuliarta Bekali Lulusan FH UNAS Hadapi Dunia Kerja: Keberhasilan Bukan Sekadar Jabatan

gusWedha - Senin, 19 Oktober 2026 08:01 WIB
Ketua Ombudsman RI dan Jaksa Agung Yuliarta Bekali Lulusan FH UNAS Hadapi Dunia Kerja: Keberhasilan Bukan Sekadar Jabatan
Kegiatan pelepasan lulusan Fakultas Hukum Universitas Nasional (UNAS) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Menara UNAS, Ragunan, Jakarta, Sabtu (17/10/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Persaingan dunia kerja menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki lebih dari sekadar ijazah dan kemampuan akademik.

Integritas, jejaring profesional, serta kemampuan mengikuti perkembangan teknologi menjadi bekal penting untuk membangun karier.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan pelepasan lulusan Fakultas Hukum Universitas Nasional (UNAS) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Menara UNAS, Ragunan, Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Baca Juga:

Kegiatan dibuka Dekan Fakultas Hukum UNAS, Prof. Dr. Basuki Rekso Wibowo, S.H., M.S., didampingi Wakil Dekan Dr. Mustakim, S.H., M.H., CMC.

Acara tersebut menghadirkan Ketua Ombudsman RI, Nuzran Joher, serta alumni FH UNAS yang kini menjadi jaksa pada Kejaksaan Agung RI, IGN Agung Yuliarta Endrawan, S.H., M.H., CCFA.

Dalam pemaparannya, Agung menekankan pentingnya membangun lingkungan pergaulan yang positif sejak dini.

Menurut dia, jejaring yang terbentuk sejak masa kuliah dapat memengaruhi arah kehidupan dan membuka peluang karier pada masa mendatang.

Namun, membangun jejaring profesional tidak cukup hanya dengan memperluas perkenalan.

Hubungan tersebut harus bertumpu pada kompetensi, kepercayaan, dan profesionalisme, bukan sekadar kedekatan untuk mendapatkan kemudahan.

Agung juga menekankan hubungan antara ilmu pengetahuan, integritas, dan profesi.

Ilmu menjadi dasar untuk memahami persoalan, integritas menjadi pegangan dalam bertindak, sedangkan profesi merupakan sarana pengabdian dan pelaksanaan amanah, khususnya di bidang hukum.

"Pada akhirnya, keberhasilan bukan hanya tentang jabatan atau penghasilan, tetapi bagaimana pengetahuan dan profesi yang kita miliki dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," demikian inti pesan yang disampaikannya.

Ia mengajak para lulusan menghadapi tantangan dengan ketulusan, hati yang bersih, dan pikiran positif.

Sikap serta cara berkomunikasi, menurut dia, dapat membentuk kesan pertama dalam hubungan profesional.

Namun, integritas tidak cukup ditunjukkan melalui perkataan, melainkan harus dibuktikan lewat tindakan yang konsisten dan tanggung jawab.

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), teknologi digital, serta perubahan regulasi, Agung mendorong para lulusan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

Upaya tersebut diperlukan agar mereka memiliki nilai tambah dan mampu bersaing tanpa mengabaikan prinsip hidup yang benar.

Sementara itu, Ketua Ombudsman RI, Nuzran Joher, memaparkan upaya penguatan tata kelola kelembagaan melalui mekanisme pengambilan keputusan secara kolektif-kolegial.

Nuzran menjelaskan bahwa pendekatan kepemimpinan saat ini menekankan pembahasan melalui rapat pleno agar seluruh komisioner mengetahui proses pengambilan keputusan.

Menurut penjelasannya, hal ini berbeda dengan praktik sebelumnya yang memungkinkan persoalan tertentu diputuskan oleh masing-masing anggota.

Ia juga menyampaikan komitmen seluruh komisioner melalui penandatanganan Pakta Integritas.

Selain itu, Nuzran berbagi pengalaman mengenai inspeksi mendadak Ombudsman di Lapas Cibinong sebagai bagian dari pengawasan terhadap penyelenggaraan pelayanan publik.

Pemaparan tersebut menunjukkan bahwa integritas bukan hanya persoalan karakter individu.

Dalam kelembagaan, integritas juga berkaitan dengan transparansi proses pengambilan keputusan, tanggung jawab, dan pengawasan terhadap pelayanan publik.

Di akhir penyampaiannya, Agung mengingatkan para lulusan untuk menjaga hubungan baik dengan sesama dan berupaya memberikan manfaat bagi orang lain.

Menurutnya, perjalanan hidup pada masa mendatang tidak sepenuhnya dapat diketahui manusia.

Karena itu, ketulusan dalam membantu sesama, menjaga integritas, dan membangun kepercayaan merupakan bekal penting dalam menjalani kehidupan maupun karier profesional.

Kegiatan pelepasan lulusan tersebut menjadi bagian dari pembekalan Fakultas Hukum UNAS untuk mempersiapkan lulusan menghadapi dinamika dunia kerja sekaligus mendorong mereka berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Medan Produksi 1.600 Ton Sampah per Hari, PSEL Raya Ditargetkan Olah 1.300 Ton Jadi Listrik
PWI dan Lemhannas Perkuat Kerja Sama, Bekali Wartawan Wawasan Kebangsaan Hadapi Tantangan Zaman
Meneladani Risalah Rasulullah, Umat Diajak Bangun Peradaban Berilmu dan Berakhlak
Tiga Tahun Whoosh Beroperasi, Wamenaker Dorong SDM Indonesia Kuasai Teknologi Kereta Cepat
Tesla Roadster Diklaim Bisa Melompat dan Berputar, Ini Teknologi di Baliknya
Kejatisu Ungkap Sanksi Eks Kasi Pidsus Belawan Erwin Napitupulu yang Diduga Terlibat Kasus Pemerasan Kepsek di Medan, Kini Bertugas di Paluta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru