BREAKING NEWS
Selasa, 20 Oktober 2026

BMPS Aceh Apresiasi Program Revitalisasi 2.891 Satuan Pendidikan Era Presiden Prabowo Subianto

T.Jamaluddin - Selasa, 20 Oktober 2026 17:03 WIB
BMPS Aceh Apresiasi Program Revitalisasi 2.891 Satuan Pendidikan Era Presiden Prabowo Subianto
Dr. Iskandar Muda Hasibuan menyampaikan apresiasi terhadap Presiden Prabowo dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI atas Berupaya meningkatkan mutu Pendidikan di Republik Indonesia. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH - Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Aceh, Dr. Tgk. H. Iskandar Muda Hasibuan, mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti atas berbagai program peningkatan kualitas pendidikan nasional. Salah satu yang menjadi sorotan adalah program revitalisasi satuan pendidikan yang mencakup ribuan sekolah di Aceh.

Apresiasi tersebut disampaikan Iskandar saat kunjungan kerja ke TK Aisyiyah Bustanul Athfal Merduati, Banda Aceh, Selasa (20/10/2026). Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan merupakan investasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dia menilai pembangunan pendidikan perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga jenjang pendidikan dasar dan menengah. Upaya tersebut mencakup perbaikan sarana dan prasarana, peningkatan kompetensi guru, serta pemerataan kesempatan belajar.

Baca Juga:

Iskandar menyoroti Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Berdasarkan data Kemendikdasmen yang tercantum dalam bahan publikasi tersebut, program revitalisasi sepanjang 2025 menjangkau 16.167 satuan pendidikan dengan dukungan anggaran lebih dari Rp 16,9 triliun.

Pada 2026, pemerintah memperluas target program menjadi 71.744 satuan pendidikan. Sementara itu, cakupan revitalisasi di Aceh disebut mencapai 2.891 satuan pendidikan dengan alokasi anggaran sekitar Rp 2,5 triliun.

Menurut Iskandar, program tersebut diharapkan dapat memperbaiki kondisi bangunan dan fasilitas pendidikan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.

Dia juga berharap pelaksanaan revitalisasi memperhatikan kebutuhan sekolah swasta sesuai ketentuan program. Pemerataan sarana pendidikan dinilai penting agar seluruh anak memperoleh lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik, karakter, dan kreativitas.

Bagi BMPS Aceh, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah sekolah yang masuk dalam daftar penerima atau besarnya anggaran. Kualitas pekerjaan, transparansi pelaksanaan, serta manfaat yang dirasakan peserta didik juga perlu menjadi perhatian.

Selain perbaikan fasilitas, peningkatan kualifikasi akademik guru menjadi bagian lain dari upaya memperkuat mutu pendidikan.

Dalam data yang dirujuk pada bahan tersebut, pemerintah memberikan beasiswa kepada 12.500 guru pada 2025 yang belum berkualifikasi D4 atau S1 melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Pada 2026, program beasiswa itu dialokasikan untuk 150.000 guru, dengan bantuan sebesar Rp 3 juta per orang per semester.

Iskandar berharap program peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru terus dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan pendidik di sekolah negeri, sekolah swasta, dan satuan PAUD.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Guru yang Tidak Pernah Selesai Belajar, Kunci Masa Depan Pendidikan Indonesia
Pascabencana Aceh: Sinergi Pemerintah dan Sekolah Swasta Jadi Model Pendidikan Nasional
BMPS Aceh Minta Bantuan Pemerintah Pusat Prioritaskan Revitalisasi Sekolah Terdampak Banjir
BMPS Khawatir Putusan MK soal Pendidikan Gratis Akan Ganggu Sekolah Swasta
BMPS Sumut Dukung Sekolah Lima Hari: Dinilai Efektif Bangun Karakter dan Dukung Program MBG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru