Dari Gus Dur sampai Gus Yahya, Ini “Peta Jalan” Ketum PBNU Masa Depan
OlehMohammad DawamMUKTAMAR ke35 Nahdlatul Ulama pada Agustus 2026 mendatang bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi. Momen
OPINI
MEDAN -Kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di Asrama Eks Kowilhan TNI AD, menggetarkan hati warga di Jalan Sejati, Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan. Pukul 12.30 WIB pada Selasa (23/4/2024), api muncul dengan ganas, menghanguskan sejumlah rumah dan mengirimkan teriakan kepedihan ke langit-langit langit Medan.
Naek Guntur Siahaan, salah satu warga yang menyaksikan peristiwa mengerikan ini, menggambarkan momen ketika ketakutan dan kepanikan menyelimuti lingkungan. “Tadi ada penghuni rumah teriak kebakaran-kebakaran, langsung lah warga ramai. Apinya sempat besar,” ujar Guntur kepada , memberi gambaran betapa dramatisnya kejadian tersebut.
Dari keterangan Guntur, api pertama kali merayap dari salah satu rumah warga sebelum menyebar ke rumah-rumah sekitarnya. Keadaan pemukiman yang padat dan bangunan semi permanen menjadi faktor pendorong cepatnya api menjalar, mengubur asa bagi pemilik rumah yang harus menyaksikan harta benda mereka terbakar tanpa ampun.
Meski musibah tersebut merenggut harta bendanya, Guntur memberi kabar lega bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tragis ini. “Korban nggak, cuma harta bendanya yang terbakar,” ungkapnya dengan nada yang terasa menguatkan.
Keberuntungan juga datang dengan cepat ketika tim pemadam kebakaran tanggap datang ke lokasi. “Apinya besar tadi, untunglah pemadam cepat datang,” ceritanya sambil menggambarkan betapa pentingnya respon cepat dalam menghadapi bencana semacam ini.
Namun, meskipun api telah padam dan situasi berangsur terkendali, duka dan solidaritas masih menyelimuti atmosfer di sekitar lokasi kebakaran. Petugas pemadam kebakaran masih sibuk melakukan penyiraman di rumah-rumah yang terdampak, sementara warga setempat turut berbondong-bondong mengunjungi lokasi untuk menyaksikan dan memberikan dukungan moral kepada para korban.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian bersama dalam menghadapi bencana. Solidaritas yang terwujud dalam momen-momen seperti ini menegaskan bahwa kekuatan masyarakat dalam berempati dan membantu sesama tidak akan pernah pudar.
(K/09)
OlehMohammad DawamMUKTAMAR ke35 Nahdlatul Ulama pada Agustus 2026 mendatang bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi. Momen
OPINI
ACEH Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan lima jembat
NASIONAL
PHNOM PENH Sebanyak 5.950 Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja telah mendapatkan penghapusan denda overstay dari Pemerintah Kamboja.
NASIONAL
BUSAN Tim Olimpiade Fisika Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Asian Physics Olympiad (APhO) 2026 yang digelar d
PENDIDIKAN
JAKARTA Puasa Arafah yang dilaksanakan setiap 9 Zulhijah sehari sebelum Idul Adha dikenal memiliki keutamaan besar dalam Islam. Salah sa
AGAMA
KEBUMEN Presiden Prabowo Subianto mengingatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) agar mengelola aset nega
EKONOMI
WASHINGTON Pria pelaku penembakan di dekat Gedung Putih, Amerika Serikat, dilaporkan tewas setelah terlibat baku tembak dengan agen Secr
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&039ti memastikan sebanyak 237 ribu guru nonASN tetap dapat meng
PENDIDIKAN
BATU BARA Peristiwa tragis terjadi di kawasan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Empat pegawai toko ak
PERISTIWA
BANDA ACEH Cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada Minggu (24/5/2026) diprakirakan didominasi hujan ringan dan kondisi berawan. Namun, beber
NASIONAL