BREAKING NEWS
Senin, 03 Agustus 2026

46 Orang Tewas dan 700 Luka Parah Akibat Gempa di Cianjur

Redaksi - Senin, 21 November 2022 11:56 WIB
46 Orang Tewas dan 700 Luka Parah Akibat Gempa di Cianjur
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA-Kabar terbaru soal musibah gempa bumi di Cianjur Jawa Barat, Senin (21/11/2022).

Bupati Cianjur Herman Suherman menginformasikan catatan ada 46 orang yang meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).

Selain puluhan orang meninggal dunia, sebanyak 700 orang mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan di rumah sakit. Situasi terkini yang sudah terdata yang meninggal 46 orang, pasien kurang lebih 700 orang, luka-luka,” kata Herman kepada Awak Media.

Korban luka-luka yang sudah dibawa ke rumah sakit terdekat, seperti di Rumah Sakit Sayang, Rumah Sakit Cianjur, Rumah Sakit Cimacan, dan Rumah Sakit Bhayangkara.

berasal dari wilayah Cianjur Utara yang mengalami dampak terparah akibat gempa ini.

“Berasal dari wilayah utara, Warungkondang, Cianjur, Gembrong, seputar itu,” ujar Herman.

Saat ini, sejumlah pihak bahu-membahu membantu proses evakuasi korban gempa bumi dan membuka akses jalan yang tertutup.

Sekitar enam alat berat juga diturunkan ke wilayah Cugenang untuk membuka jalan agar korban dapat dilarikan ke rumah sakit.

Kami sekarang bagi tugas, Pak Kapolres dengan Pak Dandim sekarang lagi berkeliling ke warga. Akses jalan yang nggak bisa masuk kita utamakan pasien,” jelas Herman.

di daerah Cugenang. Alat berat dikerahkan ke sana sehingga, pada saat membawa pasien kan perlu jalan yang lancar, kita arahkan jalannya dulu,” lanjut dia.

Diberitakan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga telah mengeluarkan peringatan terkait potensi gempa susulan usai gempa Cianjur berkekuatan M 5,6.

Pusat gempa tersebut berada di darat 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur.

Total 46 orang tewas dalam insiden gempa bumi di Cianjur Jawa Barat, Senin (21/11/2022). (HO) Bupati Cianjur Herman Suherman menyatakan warganya membutuhkan dokter bedah tulang karena banyak korban gempa bumi yang mengalami luka berat.

Menurut data yang berhasil dihimpun, Herman mengatakan terdapat 700 orang mengalami luka-luka, yang mana 70 persen di antara mereka mengalami luka berat.

Tak hanya itu, pihak rumah sakit juga membutuhkan jaringan listrik untuk bisa melakukan operasi. Pasalnya, mayoritas korban mengalami patah tulang dan membutuhkan dokter bedah tulang. Hampir 70 persen luka berat.

Yang luka ringan tidak dibawa ke rumah sakit, mereka di rumah saja,” kata Herman kepada Awak media Senin (21/11/2022).

“Kami butuh dokter bedah tulang, karena masih sangat minim, kita belum bisa operasi karena listrik belum bisa menyala,” sambungnya.

turun menangani pasien. Sejumlah tenaga kesehatan dari Cianjur Selatan dikerahkan untuk menuju ke Cianjur Utara untuk menangani pasien di berbagai rumah sakit.

Saat ini, kata dia, rumah sakit pun kesulitan melakukan penanganan karena banyaknya pasien yang datang. Saking membludaknya, tak sedikit pasien yang menunggu di halaman rumah sakit.

Saya sudah mengerahkan dari semua puskesmas agar menuju ke Rumah Sakit Sayang, termasuk dari rumah sakit yang ada di Cianjur Selatan agar segera menuju Cianjur Utara untuk menangani pasien di halaman rumah sakit,” tegas Herman.

Sebagai upaya percepatan penanganan korban gempa, Herman mengatakan bahwa pihaknya akan mendirikan posko dan rumah sakit darurat di Pendopo Cianjur.

Posko rencananya kita akan bangun di Pendopo Cianjur.

Kita juga akan membangun rumah sakit darurat di Pendopo Cianjur.” Terakhir, Herman mengumumkan kepada tenaga kesehatan untuk datang ke Rumah Sakit Sayang atau Pendopo Cianjur untuk membantu menangani pasien.

(Dadang)

 

 

 

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru