Qodari Ungkap Alasan Prabowo Perketat Pengawasan Ekspor Komoditas Strategis
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkap alasan Presiden Prabowo Subian
EKONOMI
BATU BARA -Banjir kembali merendam wilayah Kecamatan Tanjung Tiram dan Kecamatan Talawi , Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara.
Warga semakin geram! Bukan hanya faktor alam yang menjadi penyebab, tetapi juga kelalaian manusia , mulai dari pengusaha panglong , hingga pemerintah yang tutup mata.
Parit Tak Berfungsi, Air Meluap ke Permukiman
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi parit yang mengenaskan.
Saluran air yang seharusnya mengalirkan air dengan lancar kini nyaris mati.
Penuh dengan pasir, lumpur, dan sampah.
Ironisnya, penyebab utama bukan hanya sampah rumah tangga, tetapi juga material bangunan dari proyek perumahan dan stok pasir milik pengusaha panglong.
Pengusaha panglong seenaknya menumpuk pasir dan batu kerikil di sekitar parit tanpa pengamanan.
Hasilnya? Saat hujan deras atau air pasang, material ini hanyut masuk ke saluran air, menyebabkan penyumbatan.
Ditambah lagi, warga yang sedang membangun rumah membiarkan pasir dan tanah berserakan, yang akhirnya terbawa ke parit saat hujan turun.

Pemerintah Diam, Warga Menjerit
Yang lebih menyakitkan, pemerintah seperti tidak peduli! Tidak ada tindakan tegas untuk menertibkan pengusaha atau warga yang sembrono dalam membuang material bangunan.
Seolah-olah banjir ini hanyalah urusan rakyat kecil yang harus menanggung akibatnya sendiri.
Sampai kapan rakyat harus menderita akibat ketidakpedulian ini?
Warga Menuntut Aksi, Bukan Janji!
Warga yang menjadi korban banjir rob sudah muak dengan janji-janji kosong. Mereka mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata:
1. Penertiban Pengusaha Panglong
Hentikan praktik semena-mena pengusaha yang menyimpan material tanpa pengamanan. Jika tetap bandel, cabut izin usahanya!
2. Pengawasan Ketat Pembangunan Rumah
Jangan biarkan warga yang membangun rumah seenaknya membuang material ke jalan dan parit. Harus ada aturan tegas!
3. Normalisasi dan Pembersihan Parit Secara Berkala
Lakukan pengerukan dan pembersihan rutin agar parit bisa kembali berfungsi dengan baik.
4. Sanksi Tegas bagi Pelanggar
Jangan hanya memberi imbauan! Siapa pun yang terbukti menyebabkan penyumbatan harus diberi sanksi tegas.
Ayo Bergerak Sebelum Banjir Menenggelamkan Kita!
Jika kondisi ini terus dibiarkan, banjir akan semakin parah, merugikan masyarakat lebih luas.
Pemerintah, pengusaha, dan warga harus bertanggung jawab! Jangan tunggu sampai semuanya terlambat.
Tanjung Tiram dan Talawi tidak boleh terus-menerus menjadi korban kelalaian!
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkap alasan Presiden Prabowo Subian
EKONOMI
ANYER Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tidak akan mampu menangani seluruh penghitungan kerugian n
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak boleh tinggal diam terkait penahanan sejumlah
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan kesiapan dana bantuan tahap lanjutan senilai lebih dari Rp1 triliun untuk mempercepat pemu
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan meluncurkan kebijakan baru yang menanggung penuh biaya pengobatan bagi warga yang menjadi korban kejahatan jala
PEMERINTAHAN
MEDAN Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menegaskan komitmennya dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Sekolah Rakyat (SR) yang saat in
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Waas menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Medan menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 17.851 pekerja informal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) memberikan penghargaan berupa bonus beasiswa senilai Rp10 juta kepada mahasiswa dengan
PENDIDIKAN
JAKARTA Delegasi Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau Keuskupan Militer TNIPolri melakukan audiensi perdana ke Kedutaan Besar V
NASIONAL