Polda Sumut Minta Waktu Dua Bulan Ungkap Kematian Winda Lorenza Gowasa
MEDAN Polda Sumatera Utara meminta waktu sekitar dua bulan untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab kematian Winda Lorenza Gowasa, 35
HUKUM DAN KRIMINAL
Batu Bara – Warga Desa Bagan Dalam, Kecamatan Tanjung Tiram, Batu Bara, Sumatera Utara, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang tersangkut di perahu nelayan. Penemuan mayat ini terjadi pada Jumat (6/12/2024) pagi, dan langsung mengundang perhatian publik.
Menurut keterangan Fadly, seorang nelayan yang pertama kali menemukan mayat tersebut, ia tengah memeriksa perahunya sebelum berangkat melaut. Ia merasa ada yang tidak biasa karena perahunya terasa lebih berat dari biasanya. Ketika diperiksa lebih lanjut, ternyata ia menemukan jasad pria yang sudah tidak bernyawa terbaring di bawah perahu.Fadly segera melaporkan temuan ini kepada pihak kepolisian setempat, dan petugas dari Polsek Labuhan Ruku segera datang ke lokasi kejadian. Tim SAR yang terdiri dari BPBD Batu Bara turut serta dalam proses evakuasi mayat tersebut.
Mayat pria tersebut ditemukan mengenakan kaos hitam dan celana pendek. Berdasarkan pemeriksaan awal, diperkirakan korban telah meninggal lebih dari satu malam, dan kemungkinan besar tewas akibat tenggelam.Kapolsek Labuhan Ruku AKP Cecep Suhendra membenarkan temuan tersebut dan mengungkapkan bahwa identitas korban tidak diketahui pada awalnya. “Mayat tersebut tidak memiliki identitas saat pertama kali ditemukan, dan kami membawa korban ke RSUD Batu Bara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Cecep.Setelah dilakukan pemeriksaan visum luar di rumah sakit, pihak keluarga akhirnya datang untuk mengenali jenazah tersebut. Mereka mengenali korban berdasarkan pakaian dan ciri-ciri tubuhnya. Mayat tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Ahmad Satio, warga setempat.
“Dikenali oleh keluarganya berdasarkan ciri-ciri dan pakaian. Setelah pemeriksaan visum et repertum terhadap korban di RSUD Batu Bara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” jelas Kapolsek Cecep.Setelah hasil pemeriksaan medis selesai, keluarga korban memilih untuk menolak proses autopsi dan membawa jenazah Ahmad Satio ke rumah duka untuk dimakamkan. Mereka menganggap kejadian ini sebagai musibah yang tidak dapat dihindari.Polisi pun menutup kasus ini dengan kesimpulan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan penyebab kematiannya kemungkinan besar adalah tenggelam di laut. (JOHANSIRAIT)
MEDAN Polda Sumatera Utara meminta waktu sekitar dua bulan untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab kematian Winda Lorenza Gowasa, 35
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS)
PEMERINTAHAN
JAKARTA Penyidikan kasus kematian Sutrimo, pria asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terus berlanjut setelah proses ekshumasi dan autop
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan negara harus hadir untuk masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Menurut dia, kehadira
NASIONAL
AMBON Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Maluku memproses Kapolsek di jajaran Polresta Ambon dan P.P. Lease, Iptu LOY, sete
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Wayan Sudirta mempertanyakan alasan Hari Sih Advianto ingin menjadi hakim agung. Way
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meresmikan 3.395 jembatan dan 3.000 sumber air bersih yang dibangun TNIPolri. Infrastruktur tersebut
NASIONAL
JAKARTA Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa tidak hadir dalam persidangan kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap Presiden RI k
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PT Saudara Cemerlang Abadi (SAUCA) meraih Juara 3 Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) Teladan tingkat nasional dalam rangkaian peri
NASIONAL
JAKARTA Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji mengatakan, wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) tanpa wakil kepala daerah dapat m
POLITIK