BREAKING NEWS
Kamis, 25 Juni 2026

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Reduksi Debit Hujan di Sukabumi dan Cianjur

BITVonline.com - Jumat, 06 Desember 2024 09:46 WIB
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Reduksi Debit Hujan di Sukabumi dan Cianjur
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SUKABUMI -Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi debit hujan di wilayah Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda kedua daerah tersebut.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan informasi ini setelah mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung daerah terdampak di Sukabumi, Jumat (6/12/2024). Menurut Suharyanto, cuaca hujan diperkirakan masih akan terus berlangsung, sehingga operasi modifikasi cuaca menjadi langkah penting untuk mengurangi intensitas hujan.

“Informasi dari BMKG menyebutkan bahwa cuaca hujan ini masih akan berlanjut, sehingga khusus untuk Sukabumi dan Cianjur kita akan gelar operasi modifikasi cuaca,” ujar Suharyanto.

Suharyanto menjelaskan, tujuan dari operasi modifikasi cuaca ini adalah untuk mengurangi jumlah atau debit hujan yang turun, meskipun tidak mungkin menghentikan hujan sepenuhnya. “Tidak bisa sama sekali menghentikan karena ini musim hujan di seluruh Pulau Jawa. Namun, dengan operasi ini, diharapkan debit hujan bisa berkurang dan tidak menimbulkan bencana yang lebih parah,” tambahnya.

Suharyanto juga mengungkapkan bahwa bencana banjir dan longsor yang melanda Sukabumi telah menyebabkan lima korban jiwa dan tujuh orang masih dinyatakan hilang. Puluhan rumah mengalami kerusakan, dengan beberapa di antaranya terpaksa direlokasi karena kerusakan yang parah. “Ada puluhan rumah rusak berat yang tidak bisa dihuni lagi, harus direlokasi, sementara rumah-rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan status tanggap darurat, yang memungkinkan BNPB memberikan bantuan secara langsung. Suharyanto mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat lebih dari 300 pengungsi yang terdampak bencana, dengan dua titik pengungsian terbesar berada di Kabupaten Sukabumi.

“Ini baru hari kedua penanganan bencana, langkah-langkah darurat masih fokus pada penyelamatan dan penanganan pengungsi. Kami terus melakukan pendataan dan akan terus memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak,” ujar Suharyanto.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru