Siap-Siap! Tak Lagi Gratis, Tol Sinaksak–Simpang Panei Segera Berlakukan Tarif Resmi
SIMALUNGUN PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) dalam waktu dekat akan memberlakukan tarif pada ruas Jalan Tol Kuala TanjungTebing Tingg
EKONOMI
SUKABUMI -Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk mengurangi debit hujan di wilayah Sukabumi dan Cianjur, Jawa Barat. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan penanganan bencana banjir dan longsor yang melanda kedua daerah tersebut.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan informasi ini setelah mendampingi Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung daerah terdampak di Sukabumi, Jumat (6/12/2024). Menurut Suharyanto, cuaca hujan diperkirakan masih akan terus berlangsung, sehingga operasi modifikasi cuaca menjadi langkah penting untuk mengurangi intensitas hujan.
“Informasi dari BMKG menyebutkan bahwa cuaca hujan ini masih akan berlanjut, sehingga khusus untuk Sukabumi dan Cianjur kita akan gelar operasi modifikasi cuaca,” ujar Suharyanto.
Suharyanto menjelaskan, tujuan dari operasi modifikasi cuaca ini adalah untuk mengurangi jumlah atau debit hujan yang turun, meskipun tidak mungkin menghentikan hujan sepenuhnya. “Tidak bisa sama sekali menghentikan karena ini musim hujan di seluruh Pulau Jawa. Namun, dengan operasi ini, diharapkan debit hujan bisa berkurang dan tidak menimbulkan bencana yang lebih parah,” tambahnya.
Suharyanto juga mengungkapkan bahwa bencana banjir dan longsor yang melanda Sukabumi telah menyebabkan lima korban jiwa dan tujuh orang masih dinyatakan hilang. Puluhan rumah mengalami kerusakan, dengan beberapa di antaranya terpaksa direlokasi karena kerusakan yang parah. “Ada puluhan rumah rusak berat yang tidak bisa dihuni lagi, harus direlokasi, sementara rumah-rumah lainnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan status tanggap darurat, yang memungkinkan BNPB memberikan bantuan secara langsung. Suharyanto mengungkapkan bahwa hingga saat ini terdapat lebih dari 300 pengungsi yang terdampak bencana, dengan dua titik pengungsian terbesar berada di Kabupaten Sukabumi.
“Ini baru hari kedua penanganan bencana, langkah-langkah darurat masih fokus pada penyelamatan dan penanganan pengungsi. Kami terus melakukan pendataan dan akan terus memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak,” ujar Suharyanto.
(N/014)
SIMALUNGUN PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) dalam waktu dekat akan memberlakukan tarif pada ruas Jalan Tol Kuala TanjungTebing Tingg
EKONOMI
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, berharap perubahan bentuk hukum PT Dhirga Surya menjadi Perseroda mampu men
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mantan Ketua Ombudsman RI Hery Susanto menjalani sidang perdana pembacaan dakwaan dalam kasus dugaan suap terkait tata kelola pe
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa moralitas, integritas, dan profesionalitas merupakan syarat utama yang harus dimilik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memperpanjang masa penahanan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mant
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK), Muhammad Abdimaludin, mengungkap dugaan adan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis berbeda terhadap dua terda
HUKUM DAN KRIMINAL
CARACAS Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) memperingatkan potensi dampak besar dari gempa kembar yang mengguncang Venezuela pada Rabu
INTERNASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meluncurkan Sistem Pembayaran Kontribusi dan Digitalisasi Pasar di Pasar Tradisional Peti
PEMERINTAHAN
MEDAN Kafilah Kabupaten Batu Bara berhasil menorehkan sejumlah prestasi membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) ke
PEMERINTAHAN