Dua Krisis Sekaligus di Batu Bara: Elpiji 3 Kg Tembus Rp24 Ribu, MinyaKita Mahal dan Langka!
BATU BARA Masyarakat Kabupaten Batu Bara kini sedang menanggung beban ganda. Dua kebutuhan pokok vital, yakni gas Elpiji 3 kg dan minyak
EKONOMI
JAKARTA — Situasi di depan Markas Komando (Mako) Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat sore, sempat memanas ketika ratusan demonstran melakukan aksi unjuk rasa yang berujung ricuh.
Aparat Brimob Polda Metro Jaya terpaksa melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa yang mulai melakukan aksi pelemparan dan perusakan.
Berdasarkan pantauan lapangan, kericuhan dipicu oleh tindakan sebagian demonstran yang melemparkan petasan, batu, dan botol minuman ke arah area dalam Mako Brimob.
Tidak hanya itu, sejumlah fasilitas di sekitar gerbang utama juga dirusak, termasuk emblem nama markas dan logo Polda Metro Jaya.
Bahkan, para peserta aksi sempat mencoba merobohkan patung kuda yang menjadi ikon di depan gerbang Mako Brimob.
Sekitar pukul 14.45 WIB, aparat Brimob melepaskan tembakan gas air mata ke arah kerumunan massa.
Langkah ini diambil sebagai upaya pengendalian situasi agar tidak semakin memburuk.
Tembakan tersebut membuat ratusan peserta aksi mundur dan terpencar akibat paparan asap.
Namun, bukan hanya peserta unjuk rasa yang terdampak.
Sejumlah personel TNI AD dan Marinir yang turut berjaga di sekitar lokasi juga ikut terkena efek gas air mata yang menyebar di udara.
Setelah situasi mulai terkendali, pasukan Brimob kembali keluar dari markas dan membentuk barikade di garis depan, menggunakan tameng dan perlengkapan pengamanan lainnya.
Hingga Jumat sore sekitar pukul 14.30 WIB, aksi unjuk rasa masih berlangsung.
Massa yang tidak puas sempat kembali melakukan pelemparan batu dan membunyikan petasan ke arah aparat.
Teriakan bernada provokatif pun terdengar dari arah kerumunan.
Sebelumnya, aksi berjalan damai dengan orasi yang disampaikan secara bergantian.
Namun, situasi berubah cepat setelah sebagian demonstran mencoba merangsek ke gerbang Mako Brimob dan melakukan tindakan yang memicu reaksi aparat keamanan.
Pihak keamanan saat ini masih terus berupaya menenangkan situasi dan mengimbau massa untuk kembali tenang serta menyampaikan aspirasi secara damai dan tertib.*
(at/a008)
BATU BARA Masyarakat Kabupaten Batu Bara kini sedang menanggung beban ganda. Dua kebutuhan pokok vital, yakni gas Elpiji 3 kg dan minyak
EKONOMI
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh meminta Pemerintah Aceh mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur pembatasa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah mengkaji penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng rakyat MinyaKita di te
EKONOMI
MEDAN Nama Dedi Kurniawan kembali menjadi sorotan publik setelah video yang diduga menampilkan dirinya beredar luas di media sosial. Dal
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Pemerintah Aceh menanggapi keras pernyataan Ketua DPR Aceh Zulfadhli yang menyebut dana Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) telah d
PEMERINTAHAN
MEDAN Banyak kejanggalan ditunjukkan petugas Kantor Pertanahan Kota Medan, saat Ombudsman RI menggelar Pemeriksaan Lapangan atas laporan
HUKUM DAN KRIMINAL
BOGOR Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada sekitar 1.500 Komandan Satuan TNI dalam kegiatan yang digelar di Universitas
NASIONAL
JAKARTA Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana memasang kamera tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) d
NASIONAL
JAKARTA Kepolisian Daerah Metro Jaya resmi meningkatkan status penanganan kasus tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek, KRL, d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dua terdakwa kasus dugaan penipuan investasi fiktif wood pellet diadili di Pengadilan Negeri Medan setelah diduga merugikan korban
HUKUM DAN KRIMINAL