Pegawai Kementerian HAM Gugat Menteri Natalius Pigai ke PTUN Jakarta
JAKARTA Pegawai Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), Ernie Nurheyanti M. Toelle, menggugat Menteri HAM Natalius Pigai ke Pengadilan Tata
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN — Ribuan massa dari berbagai kelompok rentan kembali menggelar unjuk rasa di Titik Nol Kota Medan, Sabtu sore (6/9).
Aksi damai yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB ini melibatkan perempuan, penyandang disabilitas, mahasiswa, masyarakat adat, serta sejumlah organisasi non-pemerintah yang kompak mengenakan pakaian berwarna pink dan hijau, simbol perlawanan yang tengah populer saat ini.
Koordinator aksi, Annisa Shereen, menyatakan bahwa massa akan terus mengawal hingga seluruh 17+8 tuntutan masyarakat terpenuhi.
"Kemarahan rakyat bukan sekadar reaksi spontan, melainkan manifestasi dari krisis kepercayaan terhadap pemerintah dan sistem politik yang gagal mewujudkan keadilan sosial serta perlindungan hak-hak warga negara," tegas Annisa melalui pengeras suara.
Sejumlah kebijakan pemerintah menjadi sorotan utama dalam unjuk rasa ini.
Di antaranya adalah Omnibus Law yang dinilai merugikan buruh, pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), program Food Estate yang dianggap merampas tanah rakyat dan merusak lingkungan, serta manipulasi regulasi yang memperkuat oligarki dan dinasti politik.
Selain itu, kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), perubahan Undang-Undang TNI dan RUU Polri yang membuat militer dan kepolisian semakin kuat, hingga Proyek Strategis Nasional yang dinilai merampas ruang hidup rakyat juga turut dikritisi.
Massa juga menyoroti pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP) yang dinilai dilakukan secara tertutup dan berpotensi memuat pasal-pasal bermasalah.
Dalam aksi yang berlangsung hingga malam hari tersebut, massa tidak hanya berorasi, tetapi juga menampilkan pertunjukan seni, teatrikal, puisi, dan musik sebagai bentuk ekspresi protes.
Foto-foto 10 korban meninggal dunia akibat gelombang unjuk rasa dalam dua pekan terakhir dipajang sebagai simbol duka dan peringatan.
Lusty Ro Malau dari organisasi Perempuan Hari Ini (PHI) menyampaikan kecamannya terhadap tindakan kekerasan aparat selama penanganan demonstrasi.
"Ini harus dicatat, 10 korban ini bukan hanya angka statistik. Mereka adalah pahlawan yang meninggal karena menuntut aspirasinya didengar," ucap Lusty sambil memimpin doa bersama untuk para korban.
JAKARTA Pegawai Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), Ernie Nurheyanti M. Toelle, menggugat Menteri HAM Natalius Pigai ke Pengadilan Tata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani, menanggapi maraknya kepala daerah yang terjaring operasi
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPSEL Mahasiswa Universitas Aufa Royhan menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) d
PENDIDIKAN
MEDAN Persidangan kasus dugaan korupsi pelepasan lahan eks perkebunan milik PTPN kepada pengembang properti kembali digelar di Pengadila
HUKUM DAN KRIMINAL
TEHERAN Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menawarkan akses bebas hambatan melintasi Selat Ho
INTERNASIONAL
NTT Ratusan paus pilot terdampar di perairan dangkal Desa Fuafuni, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (
PERISTIWA
JAKARTA Pembina Dharma Wanita Persatuan Kementerian Keuangan, Ida Yulidina Purbaya, mendorong pengembangan komoditas perkebunan strategi
PERTANIAN AGRIBISNIS
JAKARTA Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer terhadap Iran sangat tuntas dan jauh lebih cepat dari p
INTERNASIONAL
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mendorong peningkatan kualitas pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan sebagai langk
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1447 Hijriah bagi Pegawai Pemerinta
PEMERINTAHAN