BREAKING NEWS
Jumat, 01 Mei 2026

Petani Se-Sumut Geruduk Kantor Gubernur, Tuntut Reforma Agraria dan Turunkan Harga Pupuk

Raman Krisna - Rabu, 24 September 2025 13:45 WIB
Petani Se-Sumut Geruduk Kantor Gubernur, Tuntut Reforma Agraria dan Turunkan Harga Pupuk
Ratusan petani dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, pada Rabu (24/9/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Ratusan petani dari berbagai kabupaten/kota di Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, pada Rabu (24/9/2025).

Aksi ini digerakkan oleh gabungan kelompok tani yang tergabung dalam Aliansi Pejuang Reforma Agraria.

Para peserta aksi datang menggunakan mobil pick-up yang diisi buah-buahan lokal seperti pisang, nanas, markisa, dan manggis.

Baca Juga:
Buah-buahan tersebut digantung di sisi kendaraan sebagai simbol daerah asal massa dan lambang hasil pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka.

Massa aksi berasal dari sejumlah daerah, antara lain Kabupaten Karo, Padang Lawas Utara, Toba, Deliserdang, Serdangbedagai, dan Dairi.

Dalam aksinya, para petani membawa poster-poster berisi berbagai tuntutan.

Beberapa di antaranya bertuliskan:

"Petani tertindas, tolong sejahterakan kami."

"Tanah dirampas, petani hilang."

"Gubernur Sumut gagal tuntaskan konflik agraria-kehutanan."

"Turunkan harga pupuk subsidi sebesar Rp165.000."

Salah satu orator dari Aliansi Pejuang Reforma Agraria menuntut agar Pemerintah Provinsi Sumut segera menghentikan praktik kriminalisasi terhadap petani dan penggusuran lahan adat.

"Hentikan kriminalisasi terhadap petani! Hentikan penggusuran lahan adat dan lahan pertanian. Segera bentuk Badan Pelaksana Reforma Agraria di Sumut!" seru sang orator dalam orasinya.

Sementara itu, perwakilan petani dari Kabupaten Padang Lawas Utara menyampaikan permintaan keadilan atas kematian salah seorang rekan mereka yang diduga menjadi korban konflik lahan.

"Usut tuntas kematian teman kami yang gugur saat mempertahankan hak atas tanahnya. Turunkan harga pupuk subsidi!" teriaknya.

Aksi unjuk rasa ini juga diwarnai dengan berbagai ekspresi kultural.

Massa dari Kabupaten Karo mempersembahkan tarian duka sebagai simbol kesedihan dan penderitaan para petani yang terancam kehilangan lahan akibat ekspansi pengembang.

Dari Kabupaten Dairi, massa aksi membacakan puisi sindiran yang menyinggung ketidakhadiran pemerintah dalam menyelesaikan konflik-konflik agraria yang berlarut-larut.

Hingga siang hari, massa masih bertahan di depan Kantor Gubernur.

Mereka menolak membubarkan diri sebelum bertemu langsung dengan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.

Selain isu agraria, para petani juga menyoroti harga pupuk subsidi yang dinilai makin tidak terjangkau.

Mereka mendesak pemerintah menurunkan harga pupuk subsidi menjadi Rp165.000 per sak, mengingat beban produksi pertanian semakin tinggi sementara harga jual hasil tani cenderung stagnan.*

(tm/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tuntutan 9 Tahun Kasus Narkoba Dinilai Sarat Rekayasa, Kuasa Hukum: Jaksa Kehilangan Nurani
9.498 Personel Gabungan Amankan Demo Hari Tani di Sekitar Gedung DPR/MPR
Dua Mahasiswa Penyekap Polisi saat Demo Hari Buruh di Semarang Dituntut Hukuman 2 Bulan 10 Hari
Sukses Gelar Kejurda Perdana, Gubernur Bobby Nasution Apresiasi ABTI Sumut
Pemprov Sumut Targetkan 886 KMP Percontohan Beroperasi pada 2025
Ombudsman RI Soroti RUU KUHAP: Perlu Mekanisme Jelas soal Hak Tersangka, Korban, dan Saksi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru