"Kalian jangan-jangan rekam-rekam!" teriak perempuan itu dengan nada tinggi, sebelum akhirnya merampas handphone milik wartawan.
Perangkat yang dirampas akhirnya dikembalikan setelah wartawan menyatakan identitasnya.
Namun, perempuan tersebut masih sempat melontarkan kata-kata bernada merendahkan.
"Wartawan? Wartawan siapa rupanya kau!" ujarnya sambil meninggalkan ruang sidang.
ForwakumSumut mendesak pihak berwenang untuk mengusut insiden ini secara serius dan memberikan perlindungan terhadap jurnalis yang menjalankan tugasnya sesuai hukum.
"Jurnalis tidak boleh diintimidasi atau dihalangi dalam menjalankan tugasnya, apalagi saat meliput sidang yang merupakan peristiwa publik," tutup Aris.*