Pakistan Minta AS dan Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan di Islamabad Buntu
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti kasus guru honorer di SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, yang dilaporkan ke polisi oleh wali murid terkait dugaan penganiayaan.
Bobby menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat guru takut untuk mengajar karena dapat mengancam dunia pendidikan.
Menurut Bobby, berdasarkan laporan yang ia terima, guru honorer tersebut saat ini sudah tidak lagi mengajar pasca-kejadian yang berujung pada saling lapor antara guru dan orang tua siswa.Baca Juga:
"Tadi saya bicara dengan kepala dinas, dan hari ini kondisinya guru itu sudah tidak mengajar lagi. Kita tidak mau seperti itu. Kalau guru takut dan keluar dari sekolah karena masalah ini, itu mengancam dunia pendidikan," ujar Bobby Nasution, Kamis (30/10/2025).
Bobby menjelaskan bahwa dirinya telah mengetahui kronologi kejadian yang melibatkan guru dan wali murid di SMK Negeri 1 Kutalimbaru.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa itu bermula ketika sang guru berusaha meleraikan perkelahian antar siswa di sekolah.
"Dari kronologi yang disampaikan, tidak boleh ada yang menjadi pengganggu, baik dari sisi guru maupun siswa. Tugas guru bukan hanya mengajar ilmu, tetapi juga mengajarkan etika. Ini sangat penting," tegas Bobby.
Gubernur Bobby menyebut pihaknya akan segera meninjau langsung sekolah tersebut dan berupaya memediasi kedua belah pihak agar permasalahan tidak berlarut-larut.
"Kita akan melihat langsung ke sekolah dan mendamaikan guru serta siswa dengan cara duduk bersama. Namun yang kita sesalkan, sekolah baru melapor ketika masalah sudah sebesar ini. Seharusnya sejak awal diberi tahu agar bisa segera ditangani," kata Bobby menambahkan.
Sebelumnya, seorang guru honorer dan orang tua siswa di SMK Negeri 1 Kutalimbaru saling melaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika guru tersebut berusaha meleraikan perkelahian dua siswa di lingkungan sekolah.
Setelah itu, guru memanggil kedua orang tua siswa untuk dimediasi di ruang sekolah.
"Jadi awalnya dua siswa berkelahi. Guru melerai dan memanggil orang tua keduanya. Namun salah satu orang tua siswa tidak senang dan justru memukul siswa lain, sehingga guru kembali melerai," jelas Alexander, Kamis (30/10/2025).
Masalah semakin memanas ketika wali murid yang bersangkutan merasa tidak terima dan menunggu guru tersebut hingga pulang sekolah.
Insiden itu kemudian berujung pada tindakan kekerasan terhadap guru, yang membuat sang guru melapor ke Polsek Kutalimbaru.
Tak lama setelah itu, orang tua siswa juga membuat laporan balik terhadap guru ke Polrestabes Medan.
"Informasi dari Kacabdis 1, memang terjadi tindakan kekerasan terhadap guru. Karena itu guru melapor ke Polsek. Namun, orang tua siswa yang sama juga membuat laporan balik ke Polres," ujar Alexander.
Alexander mengatakan pihaknya masih menunggu kronologi tertulis dari pihak sekolah untuk menentukan langkah selanjutnya.
Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti kasus ini secara objektif sesuai aturan yang berlaku.
"Kita tidak ingin ada kekerasan di lingkungan pendidikan, baik dari guru, siswa, maupun orang tua. Kalau nanti terbukti ada pelanggaran, tentu akan kita tindak sesuai ketentuan," tegasnya.
Saat ini, menurut Alexander, baik guru maupun siswa masih tercatat aktif di sekolah, dan Dinas Pendidikan telah menyiapkan langkah mediasi.
"Laporan dari Cabdis 1 menyebutkan bahwa semua pihak masih masuk sekolah seperti biasa. Kita siap memediasi agar suasana belajar tetap kondusif," tutupnya.
Kasus di SMK Negeri 1 Kutalimbaru menjadi perhatian publik karena melibatkan unsur kekerasan di lingkungan pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumut menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim belajar yang aman, menghormati peran guru, dan menjunjung tinggi etika dalam interaksi antara pendidik, siswa, serta orang tua.*
(tm/a008)
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi memperingati 30 hari penyiraman air ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Oditurat Militer menanggapi usulan pelibatan hakim ad hoc dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Or
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebut alokasi dana bantuan bencana dari pemerintah pusat untuk Sumut periode 20262028 m
EKONOMI
BANDA ACEH Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Kodam Iskandar Muda, Ali Imran, menegaskan komitmennya membentuk putraputri
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, AM Akbar Supratman, mengapresiasi terpilihnya Sugiono sebagai Ketua
POLITIK
Oleh Raman KrisnaLONJAKAN harga bahan baku plastik di Sumatera Utara hingga puluhan persen bukan lagi sekadar persoalan pasar. Ini adalah p
OPINI
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang merugikan hingga Rp2,4 triliun. Pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara terkait anggaran Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik tak wajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
HUKUM DAN KRIMINAL