Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Jadi awalnya dua siswa berkelahi. Guru melerai dan memanggil orang tua keduanya. Namun salah satu orang tua siswa tidak senang dan justru memukul siswa lain, sehingga guru kembali melerai," jelas Alexander, Kamis (30/10/2025).
Masalah semakin memanas ketika wali murid yang bersangkutan merasa tidak terima dan menunggu guru tersebut hingga pulang sekolah.
Insiden itu kemudian berujung pada tindakan kekerasan terhadap guru, yang membuat sang guru melapor ke Polsek Kutalimbaru.
Tak lama setelah itu, orang tua siswa juga membuat laporan balik terhadap guru ke Polrestabes Medan.
"Informasi dari Kacabdis 1, memang terjadi tindakan kekerasan terhadap guru. Karena itu guru melapor ke Polsek. Namun, orang tua siswa yang sama juga membuat laporan balik ke Polres," ujar Alexander.
Alexander mengatakan pihaknya masih menunggu kronologi tertulis dari pihak sekolah untuk menentukan langkah selanjutnya.
Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti kasus ini secara objektif sesuai aturan yang berlaku.
"Kita tidak ingin ada kekerasan di lingkungan pendidikan, baik dari guru, siswa, maupun orang tua. Kalau nanti terbukti ada pelanggaran, tentu akan kita tindak sesuai ketentuan," tegasnya.
Saat ini, menurut Alexander, baik guru maupun siswa masih tercatat aktif di sekolah, dan Dinas Pendidikan telah menyiapkan langkah mediasi.
"Laporan dari Cabdis 1 menyebutkan bahwa semua pihak masih masuk sekolah seperti biasa. Kita siap memediasi agar suasana belajar tetap kondusif," tutupnya.
Kasus di SMK Negeri 1 Kutalimbaru menjadi perhatian publik karena melibatkan unsur kekerasan di lingkungan pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumut menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim belajar yang aman, menghormati peran guru, dan menjunjung tinggi etika dalam interaksi antara pendidik, siswa, serta orang tua.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.