Prakiraan Cuaca Bali Kamis 20 Agustus 2026: Mayoritas Wilayah Cerah, Bangli Hujan Ringan
DENPASAR Cuaca di sejumlah wilayah Bali pada Kamis, 20 Agustus 2026, diprakirakan didominasi kondisi cerah. Hanya Bangli yang berpotensi
NASIONAL
MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyoroti kasus guru honorer di SMK Negeri 1 Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, yang dilaporkan ke polisi oleh wali murid terkait dugaan penganiayaan.
Bobby menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat guru takut untuk mengajar karena dapat mengancam dunia pendidikan.
Menurut Bobby, berdasarkan laporan yang ia terima, guru honorer tersebut saat ini sudah tidak lagi mengajar pasca-kejadian yang berujung pada saling lapor antara guru dan orang tua siswa.Baca Juga:
"Tadi saya bicara dengan kepala dinas, dan hari ini kondisinya guru itu sudah tidak mengajar lagi. Kita tidak mau seperti itu. Kalau guru takut dan keluar dari sekolah karena masalah ini, itu mengancam dunia pendidikan," ujar Bobby Nasution, Kamis (30/10/2025).
Bobby menjelaskan bahwa dirinya telah mengetahui kronologi kejadian yang melibatkan guru dan wali murid di SMK Negeri 1 Kutalimbaru.
Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa itu bermula ketika sang guru berusaha meleraikan perkelahian antar siswa di sekolah.
"Dari kronologi yang disampaikan, tidak boleh ada yang menjadi pengganggu, baik dari sisi guru maupun siswa. Tugas guru bukan hanya mengajar ilmu, tetapi juga mengajarkan etika. Ini sangat penting," tegas Bobby.
Gubernur Bobby menyebut pihaknya akan segera meninjau langsung sekolah tersebut dan berupaya memediasi kedua belah pihak agar permasalahan tidak berlarut-larut.
"Kita akan melihat langsung ke sekolah dan mendamaikan guru serta siswa dengan cara duduk bersama. Namun yang kita sesalkan, sekolah baru melapor ketika masalah sudah sebesar ini. Seharusnya sejak awal diberi tahu agar bisa segera ditangani," kata Bobby menambahkan.
Sebelumnya, seorang guru honorer dan orang tua siswa di SMK Negeri 1 Kutalimbaru saling melaporkan ke polisi atas dugaan penganiayaan.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika guru tersebut berusaha meleraikan perkelahian dua siswa di lingkungan sekolah.
Setelah itu, guru memanggil kedua orang tua siswa untuk dimediasi di ruang sekolah.
"Jadi awalnya dua siswa berkelahi. Guru melerai dan memanggil orang tua keduanya. Namun salah satu orang tua siswa tidak senang dan justru memukul siswa lain, sehingga guru kembali melerai," jelas Alexander, Kamis (30/10/2025).
Masalah semakin memanas ketika wali murid yang bersangkutan merasa tidak terima dan menunggu guru tersebut hingga pulang sekolah.
Insiden itu kemudian berujung pada tindakan kekerasan terhadap guru, yang membuat sang guru melapor ke Polsek Kutalimbaru.
Tak lama setelah itu, orang tua siswa juga membuat laporan balik terhadap guru ke Polrestabes Medan.
"Informasi dari Kacabdis 1, memang terjadi tindakan kekerasan terhadap guru. Karena itu guru melapor ke Polsek. Namun, orang tua siswa yang sama juga membuat laporan balik ke Polres," ujar Alexander.
Alexander mengatakan pihaknya masih menunggu kronologi tertulis dari pihak sekolah untuk menentukan langkah selanjutnya.
Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan akan menindaklanjuti kasus ini secara objektif sesuai aturan yang berlaku.
"Kita tidak ingin ada kekerasan di lingkungan pendidikan, baik dari guru, siswa, maupun orang tua. Kalau nanti terbukti ada pelanggaran, tentu akan kita tindak sesuai ketentuan," tegasnya.
Saat ini, menurut Alexander, baik guru maupun siswa masih tercatat aktif di sekolah, dan Dinas Pendidikan telah menyiapkan langkah mediasi.
"Laporan dari Cabdis 1 menyebutkan bahwa semua pihak masih masuk sekolah seperti biasa. Kita siap memediasi agar suasana belajar tetap kondusif," tutupnya.
Kasus di SMK Negeri 1 Kutalimbaru menjadi perhatian publik karena melibatkan unsur kekerasan di lingkungan pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumut menegaskan komitmennya untuk menciptakan iklim belajar yang aman, menghormati peran guru, dan menjunjung tinggi etika dalam interaksi antara pendidik, siswa, serta orang tua.*
(tm/a008)
DENPASAR Cuaca di sejumlah wilayah Bali pada Kamis, 20 Agustus 2026, diprakirakan didominasi kondisi cerah. Hanya Bangli yang berpotensi
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum Komunitas Banteng Asli Nusantara (Kombatan), Budi Mulyawan atau Cepy, mendorong Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung se
NASIONAL
MEDAN Peluncuran operasional uji coba Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang berbasis bus listrik mendapat sambutan positif dari dunia usaha.
EKONOMI
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menghadirkan Pangasean Siregar, Site Engineer PT Hutama Karya (Persero),
HUKUM DAN KRIMINAL
RIAU Setelah 11 tahun menghilang, Tengku Muhammad Nasir akhirnya ditangkap tim Satgas Intelijen Reformasi dan Inovasi (SIRI) Kejaksaan A
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepolisian Sektor Jagakarsa mengungkap identitas pria tanpa busana yang diduga memukul sejumlah pengendara sepeda motor di Jalan
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO Sepekan berlalu sejak kasus dugaan keracunan setelah konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Berastagi, Kabupaten Karo,
PERISTIWA
MEDAN Polrestabes Medan menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus rudapaksa terhadap seorang remaja berinisial SRA di Kota M
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi pameran foto bertajuk Prahara Pulau Emas yang digelar Pewarta Foto Indone
PEMERINTAHAN
MEDAN Persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sumatera Utara mulai mengerucut pada dua nama calon Ketua DPD Partai D
POLITIK